JAKARTA (Realita) - Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang melabeli wartawan, akademisi, ekonom, hingga Organisasi Masyarakat Sipil (LSM) yang mengkritik kebijakan pemerintah sebagai "Londo Ireng" memicu gelombang kritik dari berbagai kalangan.
Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti, menilai ucapan Presiden Prabowo sebagai bentuk perendahan terhadap harkat dan martabat rakyat sendiri. Ray mencatat setidaknya sudah ada enam kali diksi tidak patut yang dilontarkan Presiden di hadapan publik.
Baca juga: Prabowo Labeli Wartawan hingga LSM Londo Ireng, PBHI: Kemunduran Demokrasi
Catatan Diksi Ray Rangkuti: "Mulai dari 'endasmu', 'bajingan', 'emang gue pikirin', 'kabur aja sana', 'antek-antek asing', dan yang terakhir 'Londo Ireng'," beber Ray.
Ray mengingatkan bahwa jika retorika kasar ini terus diproduksi, publik akan menganggap ungkapan tersebut sebagai hal lumrah, yang pada akhirnya dapat merusak etika komunikasi politik antara penguasa dan warga negara.
Baca juga: Prabowo Sebut Wartawan, LSM dan Pengamat sebagai Londo Ireng
Editor : Redaksi