Prabowo Labeli LSM hingga Wartawan Londo Ireng, Ray Rangkuti: Perendahan Harkat dan Martabat Masyarakat

realita.co
Ray Rangkuti. Foto: Wikipedia

JAKARTA (Realita) - Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang melabeli wartawan, akademisi, ekonom, hingga Organisasi Masyarakat Sipil (LSM) yang mengkritik kebijakan pemerintah sebagai "Londo Ireng" memicu gelombang kritik dari berbagai kalangan.

Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti, menilai ucapan Presiden Prabowo sebagai bentuk perendahan terhadap harkat dan martabat rakyat sendiri. Ray mencatat setidaknya sudah ada enam kali diksi tidak patut yang dilontarkan Presiden di hadapan publik.

Baca juga: Prabowo Labeli Wartawan hingga LSM Londo Ireng, PBHI: Kemunduran Demokrasi

Catatan Diksi Ray Rangkuti: "Mulai dari 'endasmu', 'bajingan', 'emang gue pikirin', 'kabur aja sana', 'antek-antek asing', dan yang terakhir 'Londo Ireng'," beber Ray.

Baca juga: Prabowo Sebut  Wartawan dan Kelompok Kritis 'Londo Ireng', AJI: Kritik Pers Adalah Masukan, Bukan Pengkhianatan

Ray mengingatkan bahwa jika retorika kasar ini terus diproduksi, publik akan menganggap ungkapan tersebut sebagai hal lumrah, yang pada akhirnya dapat merusak etika komunikasi politik antara penguasa dan warga negara.

 

Baca juga: Prabowo Sebut Wartawan, LSM dan Pengamat sebagai Londo Ireng

 

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru