JEMBER (Realita) - Jember tak hanya dikenal lewat Jember Fashion Carnival (JFC). Tahun ini, Jember kembali menunjukkan ambisinya menjadi panggung event internasional melalui International Jember Marching Carnival (IJMC) 2026 yang menghadirkan peserta dari Thailand.
Bupati Jember, Gus Fawait membuka rangkaian IJMC 2026 melalui Night Street Parade di Jalan Sudarman, Jember, Sabtu (8/8/2026) malam. Deretan marching band tampil di hadapan masyarakat dalam gelaran yang memadukan musik, seni pertunjukan, olahraga, pariwisata, dan persahabatan lintas negara.
Baca juga: Anak Makin Dekat dengan Dunia Digital, Jember Perkuat Ruang Aman hingga Tingkat Desa
Kehadiran The Samut Prakan School dari Thailand menjadi salah satu perhatian dalam penyelenggaraan IJMC tahun ini. Peserta internasional tersebut tampil bersama satuan marching band dari berbagai daerah di Indonesia, sekaligus membawa IJMC ke level yang tidak hanya menjadi kompetisi lokal.
Gus Fawait mengatakan IJMC menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Jember memperkuat posisi daerah sebagai penyelenggara event berskala nasional maupun internasional. Menurutnya, citra Jember sebagai kota karnaval yang selama ini melekat melalui JFC dapat diperluas ke berbagai bentuk seni pertunjukan dan olahraga.
“Jember selama ini dikenal sebagai kota karnaval. Sekarang potensi itu kita kembangkan melalui berbagai event, termasuk marching carnival,” kata Gus Fawait.
Menurutnya, penyelenggaraan event berskala besar juga berpotensi memberikan dampak ekonomi secara langsung maupun tidak langsung kepada masyarakat. Mobilitas peserta dan pengunjung dinilai dapat menggerakkan UMKM, pedagang kaki lima, kuliner, perhotelan, transportasi, hingga berbagai usaha pendukung lainnya.
Gus Fawait juga mengapresiasi kerja keras para peserta yang telah menjalani latihan panjang sebelum tampil. Menurutnya, keberhasilan para peserta menunjukkan bahwa kompetisi marching band juga membutuhkan kedisiplinan serta dukungan keluarga.
“Adik-adik sudah berlatih luar biasa dan adik-adik bisa seperti itu karena dorongan orang tuanya masing-masing,” ujarnya.
Baca juga: Layanan Fertilitas Diperluas di Jember, Pemeriksaan Kesuburan Tak Harus ke Surabaya
Sementara itu, Ketua KORMI Kabupaten Jember Tri Basuki mengatakan IJMC bukan sekadar pertunjukan marching band. Menurutnya, ajang tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kreativitas, hasil latihan, kedisiplinan, sportivitas, sekaligus kecintaan terhadap seni dan olahraga.
Rangkaian IJMC 2026 telah dimulai pada Sabtu siang melalui Street Parade Junior dan Senior Non-Brass di Jalan Sudarman. Sebanyak 15 satuan drum band dan marching band mengikuti parade tersebut.
Pada malam hari, kompetisi dilanjutkan melalui Night Street Parade yang mempertandingkan kategori Open Class, Military Class, dan International Class. Sebanyak 18 satuan marching band ambil bagian dalam kompetisi tersebut.
Sehari sebelumnya, Jumat (7/8/2026), peserta juga telah mengikuti babak Preliminary Color Guard Battle, Drum Line Battle, dan Brass Battle yang digelar di Gedung Olahraga PKPSO Jember.
Baca juga: Puji Layanan Adminduk Jember, Komisi II DPR RI Tak Ingin Praktik Percaloan Terulang
Bagi Tri Basuki, kehadiran peserta dari Thailand memiliki arti lebih luas daripada sekadar persaingan di arena. Kedatangan The Samut Prakan School dinilai menunjukkan bahwa Jember mulai mampu menjadi ruang pertemuan generasi muda dari berbagai negara melalui seni dan olahraga.
“Kehadiran adik-adik dari Thailand adalah bukti bahwa Jember sudah menjadi rumah bagi persahabatan internasional. Melalui musik dan baris-baris, kita bicara dengan bahasa yang sama, bahasa persaudaraan,” kata Tri Basuki.
Ia berharap seluruh peserta dapat memberikan penampilan terbaik sekaligus menikmati pengalaman selama berada di Jember. Menurutnya, kemenangan bukan satu-satunya tujuan dalam sebuah kompetisi internasional.
“Untuk para peserta, nikmati panggung ini, tunjukkan yang terbaik, jaga sportivitas, dan yang paling penting pulanglah dengan persahabatan yang baru,” ujarnya.
Editor : Redaksi