HUT Satu Tahun Jawara, Tekankan Persatuan dan Sinergitas Warga Pantura

GRESIK (Realita)- Suasana penuh kekompakan dan kebersamaan terlihat dalam peringatan satu tahun Jalinan Warga Pantura (JAWARA) yang digelar di Basecamp Jalan Raya Daendels, Desa Wotan, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Senin malam (22/9/2026).

Acara tersebut dihadiri jajaran pengurus JAWARA, anggota Laskar Pantura, serta sejumlah undangan dan warga.

Penasehat JAWARA Laskar Pantura, Nurhamin Farhan, dalam sambutannya menekankan pentingnya persatuan, saling mengenal, memahami, dan membantu sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya, manusia merupakan makhluk individu sekaligus makhluk sosial. Setiap orang memiliki ciri dan karakter yang berbeda, tetapi dalam kehidupan sosial manusia tetap membutuhkan orang lain.

"Kita tidak bisa hidup tanpa membutuhkan orang lain. Sebesar apa pun pangkat dan kedudukan kita, tetap membutuhkan relasi dan hubungan dengan orang lain. Karena itu, kita harus saling menolong dan membantu. Silaturahmi ini menunjukkan bahwa kita memang perlu menjalin hubungan dengan sesama," terangnya.

Ia menjelaskan, keberadaan Laskar Pantura menjadi salah satu wadah untuk mempererat silaturahmi dan membangun hubungan antarsesama warga.

"Secara sederhana, sejak lahir saja kita sudah membutuhkan dukungan orang lain. Kita membutuhkan orang yang memandikan, merawat, dan membesarkan kita. Bahkan ketika meninggal dunia, kita juga tetap membutuhkan orang lain untuk mengurus dan mengantarkan kita ke tempat peristirahatan terakhir," lanjutnya.

Ia kemudian menyampaikan empat tahapan yang menurutnya penting dalam membangun organisasi dan kehidupan bermasyarakat, yakni ta'aruf atau saling mengenal, tafahum atau saling memahami, ta'awun atau saling membantu, serta takaful atau saling melengkapi dan memberikan kontribusi.

"Yang pertama, untuk membangun silaturahmi, kita harus saling mengenal. Dalam bahasa agama kita kenal dengan istilah ta'aruf. Kita diciptakan dengan beraneka ragam ciri dan karakter. Karena itu, kita harus saling mengenal. Acara malam ini menjadi bagian dari upaya kita untuk saling mengenal. Yang sudah kenal semakin mengenal, yang belum kenal menjadi kenal," tegasnya.

Ia menambahkan, saling mengenal saja belum cukup. Hubungan yang baik juga harus dilandasi sikap saling memahami.

"Yang kedua, tidak cukup hanya saling mengenal, tetapi kita juga harus saling memahami. Sebesar apa pun organisasi kita, kalau hanya saling mengenal tetapi tidak saling memahami, tentu tidak akan cukup," ujarnya.

Tahap berikutnya, kata dia, adalah ta'awun, yakni saling membantu dan memberikan manfaat.

"Setelah kita ta'aruf dan tafahum, yang ketiga adalah ta'awun. Kita saling tolong-menolong. Ini merupakan wujud bahwa kita sebagai makhluk sosial tidak bisa hidup tanpa orang lain," katanya.

Dengan keberadaan Laskar Pantura dan JAWARA, ia berharap organisasi tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi internal pengurus dan anggota, tetapi juga bagi lingkungan serta masyarakat luas.

"Harapannya, dengan adanya Laskar Pantura dan JAWARA ini, paling tidak bisa memberikan manfaat bagi internal organisasi, anggota dan pengurus, serta lingkungan dan masyarakat luas. Semoga ini menjadi bagian dari wujud kepedulian kita," terangnya.

Tahap terakhir, lanjutnya, adalah takaful, yakni saling melengkapi dan memberikan kontribusi.
"Ketika kita sudah saling mengenal, saling memahami, kemudian saling membantu dan memberikan kontribusi, manfaatnya bukan hanya untuk diri kita dan organisasi, tetapi juga untuk lingkungan dan masyarakat. Itulah semangat saling melengkapi sehingga visi dan misi Laskar Pantura ini selain menguatkan sinergi dan memberikan manfaat bagi anggota serta lingkungan, juga diharapkan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara," tegasnya.

Ia berharap empat nilai tersebut menjadi pijakan dalam perjalanan organisasi ke depan.

"Semoga menjadi sebuah pegangan bahwa kita memiliki misi ta'aruf, saling mengenal; tafahum, saling memahami; ta'awun, saling tolong-menolong; dan takaful, saling melengkapi serta memberikan kontribusi kepada diri kita, organisasi, lingkungan, dan masyarakat"pungkasnya
 
Di tempat yang sama, perwakilan JAWARA, Zainul Ma'arif, menyampaikan apresiasi atas perjalanan organisasi yang telah memasuki usia satu tahun.

Ia mengenang perjalanan awal terbentuknya Laskar Pantura serta hubungan persaudaraan yang terjalin dengan sejumlah pihak.

"Genap satu tahun perjalanan kami sejak Laskar Pantura ini berdiri. Dalam perjalanan tersebut banyak hal yang kami lalui. Alhamdulillah, sampai hari ini kita masih bisa bersama dan hadir dalam acara malam hari ini," terangnya.

Ia berharap Laskar Pantura dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Semoga Laskar Pantura ke depannya tetap eksis dan bisa memberikan manfaat dalam berbagai keadaan. Karena kita berasal dari masyarakat dan sudah seharusnya kembali memberikan manfaat kepada masyarakat," ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk terus mendukung dan membantu keberadaan Laskar Pantura.

"Meski tidak semuanya menjadi bagian dari Laskar Pantura, saya berharap semua pihak tetap mendukung dan membantu. Mungkin hanya itu yang bisa saya sampaikan sebagai ucapan terima kasih atas kehadiran semuanya," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Laskar Pantura, M. Fiqul Humam, menegaskan bahwa kehadiran organisasi yang dipimpinnya tidak dirancang untuk kepentingan kelompok tertentu, melainkan sebagai jembatan kepedulian antarwarga.
"Laskar Pantura ini lahir dari rasa persaudaraan warga. Di usia satu tahun ini, fokus kita tetap sama, menjadi tempat aduan, tempat saling membantu, dan perajut silaturahmi warga pesisir. Kita tidak mencari nama. Yang penting, kehadiran paguyuban ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar," tegas M. Fiqul Humam.

Reporter: M.Yusuf AL Ghoni

Editor : Redaksi

Berita Terbaru