39 Santri Khatam Al-Qur’an, Dua di Antaranya Berusia di Bawah 5 Tahun

realita.co
Wisuda Tahfidz Al-Qur’an dan Khataman XIV yang digelar, Sabtu (30/8/2026).

LAMONGAN (Realita) – Semangat mencetak generasi Qur’ani terus digaungkan Yayasan TPQ Abulyatama, Desa Banjarmadu, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan. Sebanyak 39 santri mengikuti Wisuda Tahfidz Al-Qur’an dan Khataman XIV yang digelar, Sabtu (30/8/2026).

Yang menarik, dari puluhan santri tersebut, dua santri tercatat telah menyelesaikan khataman saat usianya masih di bawah lima tahun. Capaian itu menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan yang turut dihadiri para wali santri tersebut.

Baca juga: Santri Hafidz Diberikan Target 4 Tahun Hafal AlQuran

Ketua pelaksana Tahfidz Al-Qur’an dan Khataman XIV, Ustadzah  Nikmatus Sholihah, mengatakan capaian tahun ini mengalami peningkatan dibanding pelaksanaan tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah, tahun ini ada 39 santri yang mengikuti khataman. Dari jumlah tersebut, dua santri masih berusia di bawah lima tahun,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pada pelaksanaan tahun sebelumnya, TPQ Abulyatama mengantarkan 31 santri mengikuti khataman. Saat itu, baru satu santri yang berhasil mencapai khataman pada usia di bawah lima tahun.

“Insyaallah tahun depan kami berharap semakin banyak santri usia dini yang bisa mencapai khataman,” katanya.

Ustazah Nikmatus menegaskan, khataman bukan menjadi akhir dari proses belajar Al-Qur’an. Sebaliknya, para santri tetap diharapkan melanjutkan pembelajaran agar kemampuan membaca, menghafal, dan mengamalkan Al-Qur’an terus berkembang.

Karena itu, pihaknya meminta dukungan para wali santri agar tetap mendampingi anak-anak mereka meski telah mengikuti prosesi khataman.

“Kami mohon kerja sama para wali santri. Anak-anak yang hari ini sudah khatam tetap kami harapkan melanjutkan mengaji,” tuturnya.

TPQ Abulyatama juga memiliki tahapan pembinaan bagi santri usia dini. Sebelum masuk ke program berikutnya, santri mendapatkan pembinaan melalui tahapan Pra-PTPT yang berfokus pada penguatan kemampuan membaca Al-Qur’an.

Menurut Ustazah Nikmatus, pembinaan sejak usia dini menjadi bagian penting dari target mencetak anak-anak yang mampu menghafal Al-Qur’an hingga 30 juz.

“Program anak hafal 30 juz di usia sembilan tahun itu diawali dari usia dini. Karena itu, anak-anak yang sudah mulai belajar sejak kecil terus kami bina,” jelasnya.

Kebanggaan juga disampaikan para wali santri. Mereka mengapresiasi dedikasi para ustaz dan ustazah, kepala TPQ, serta seluruh pengurus Yayasan TPQ Abulyatama yang telah mendampingi proses pendidikan Al-Qur’an anak-anak.

Salah seorang wali santri menyampaikan rasa terima kasih sekaligus doa agar seluruh tenaga pendidik mendapatkan balasan terbaik atas pengabdian mereka.

“Jazakumullah ahsanal jaza. Semoga segala jerih payah para ustaz, ustazah, kepala TPQ, dan pengurus dibalas Allah SWT dengan balasan yang berlipat ganda serta dicatat sebagai amal saleh,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan anak tidak cukup hanya dengan menyelesaikan khataman. Para wali santri diharapkan terus memberikan dukungan agar anak-anak tetap belajar dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: 76 Hafiz Qur’an Diwisuda di MAN 1 Padang Panjang

 

“Semoga anak-anak kita menjadi generasi terbaik sebagaimana sabda Rasulullah SAW, Khairukum man ta'allamal Qur'an wa 'allamahu, sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya,” katanya.

 

Sementara itu, Kepala Desa Banjarmadu yang hadir dalam kegiatan tersebut turut memberikan apresiasi terhadap keberadaan Yayasan TPQ Abulyatama.

Menurutnya, semakin banyaknya santri yang mengikuti khataman menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga tersebut.

“Alhamdulillah, jumlah santri yang mengikuti khataman semakin bertambah. Ini menunjukkan TPQ Abulyatama mendapat kepercayaan penuh dari masyarakat, baik dari Desa Banjarmadu maupun desa-desa lainnya,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi konsistensi TPQ Abulyatama yang telah memasuki pelaksanaan khataman ke-14.

“Berarti sudah 14 tahun berkhidmah untuk mendidik dan mencerdaskan anak-anak Desa Banjarmadu. Luar biasa. Semoga program Abulyatama dari tahun ke tahun semakin baik dan terus berkembang,” ungkapnya.

Baca juga: Undip Membuka Kesempatan Bagi Penghafal Al-Qur’an untuk Menjadi Calon Mahasiswa

 

Pemerintah Desa Banjarmadu, lanjutnya, mendukung para ustaz dan ustazah agar terus bersemangat dalam membimbing generasi muda.

 

“Semoga para ustaz dan ustazah diberikan kesehatan, rezeki yang lancar, serta semakin semangat dalam mendidik anak-anak kita,” imbuhnya.

 

Prosesi Wisuda Tahfidz Al-Qur’an dan Khataman XIV kemudian ditutup dengan suasana penuh kebahagiaan. Para santriwan dan santriwati bersama pengurus Yayasan TPQ Abulyatama serta jajaran Pemerintah Desa Banjarmadu mengabadikan momen tersebut melalui foto bersama.

Dari 39 santri yang khatam tahun ini, dua di antaranya masih berusia di bawah lima tahun. Capaian tersebut menjadi gambaran bahwa pembinaan Al-Qur’an sejak usia dini terus mendapat perhatian dan dukungan dari keluarga serta masyarakat.

Reporter: M.Yusuf Al Ghoni

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru