Empat Pemuda Jadi Korban Pengeroyokan di Patrang Jember, Sempat Dilempari Batu

realita.co

JEMBER (Realita) - Empat pemuda menjadi korban dugaan pengeroyokan di Jalan M. Seruji, kawasan Simpang Empat Patrang, Jember, Minggu, 30 Agustus 2026 dini hari.

Keributan tersebut diduga melibatkan dua kelompok pemuda dan berawal dari aksi saling salip di jalan hingga berujung pemukulan serta pelemparan batu.

Baca juga: Cemburu, Rian Lempar Kekasihnya dengan Batu hingga Tewas

Peristiwa terjadi sekitar pukul 01.00 WIB. Empat korban masing-masing berinisial RW, 19 tahun, JN, 19 tahun, MNS, 17 tahun, dan PJS, 17 tahun. Mereka mengalami luka dan kemudian mendapatkan penanganan medis setelah meninggalkan lokasi kejadian.

Salah satu korban, JN, mengatakan dirinya saat itu bersama tujuh temannya berangkat dari Kecamatan Arjasa menuju Jember kota untuk membeli nasi goreng.

Ketika melintas di sekitar lampu merah Wat terang, rombongan mereka berpapasan dengan kelompok pemuda lain yang mengendarai sepeda motor.

“Awalnya kami cuma mau tanya maksud mereka. Setelah itu ada yang menantang duel,” kata JN.

Menurut JN, kelompok tersebut melakukan aksi salipan sambil menggeber sepeda motor dan bermanuver ke kanan dan kiri. JN bersama salah seorang temannya kemudian berhenti untuk menanyakan maksud kelompok tersebut.

Namun, situasi justru memanas setelah salah seorang dari kelompok itu disebut menantang untuk berduel hingga terjadi cekcok.

JN mengaku salah seorang dari kelompok tersebut kemudian memegang kerah bajunya dan memukul. Ia berusaha melerai dan menjauh dari keributan, tetapi bajunya ditarik hingga sobek dan dirinya kembali dipukuli.

Baca juga: Teror Lempar Batu di Jalan Raya Ploso Jombang Kembali Marak

Saat berusaha mundur dengan posisi menunduk, JN mengatakan sebuah batu tiba-tiba dilempar dan mengenai kepalanya. Keributan kemudian semakin besar setelah kelompok yang awalnya hanya beberapa orang didatangi anggota lainnya hingga jumlahnya diperkirakan sekitar 20 orang. 

“Pas saya mendongak, batu sudah dilempar dan kena kepala,” ujar JN.

JN juga mengaku melihat salah seorang dari kelompok tersebut mengeluarkan senjata tajam berupa celurit berukuran kecil. Namun, ia tidak melihat secara langsung saat celurit tersebut digunakan untuk melukai korban. Ia hanya melihat sejumlah orang melakukan pelemparan batu.

Akibat kejadian tersebut, empat pemuda dari rombongan JN mengalami luka. Mereka adalah JN, Putra, Radit dan Nafis. Setelah keributan berakhir, kelompok yang diduga melakukan penyerangan disebut melarikan diri ke arah Jember kota atau kawasan Alun-alun Jember.

Baca juga: Bocah 13 Tahun Tewas Akibat Dilempar Batu Remaja Iseng

Para korban kemudian meninggalkan lokasi dan menuju Puskesmas Arjasa untuk mendapatkan penanganan medis. Setelah mendapatkan perawatan dan rujukan, kasus tersebut dilaporkan kepada polisi. 

Kanit Pidum Satreskrim Polres Jember Ipda Andry Yunni Prasetiyo membenarkan adanya dugaan penganiayaan tersebut. Polisi menerima informasi kejadian sekitar pukul 01.30 WIB dan langsung melakukan penanganan.

Menurut Andry, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap rangkaian kejadian serta mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat. Penyidik juga masih mendalami motif keributan dan dugaan penggunaan senjata tajam dalam peristiwa tersebut.

“Untuk para terduga pelaku masih dalam penyelidikan,” tegas Andry.rdy

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru