Dugaan Keracunan MBG di Jember, SPPG Karangsono Benahi Dapur Selama Masa Suspend

realita.co

JEMBER (Realita) - SPPG Karangsono di Kecamatan Bangsalsari, Jember, melakukan pembenahan dapur setelah sebelumnya mendapat suspend dari Badan Gizi Nasional (BGN) menyusul dugaan keracunan yang dialami sejumlah siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Perbaikan dilakukan selama masa suspend. Pengelola SPPG Karangsono menindaklanjuti hasil evaluasi Satgas MBG Kabupaten Jember dan Satgas MBG Kecamatan Bangsalsari, terutama pada sejumlah fasilitas yang dinilai perlu dibenahi.

Camat Bangsalsari, Deni Hadiatullah, mengatakan pembenahan dilakukan sembari menunggu keputusan BGN mengenai berakhirnya masa suspend terhadap SPPG Karangsono.

“Terkait kejadian SPPG Karangsono beberapa waktu lalu, ketika suspend mereka memperbaiki secara infrastruktur apa-apa yang memang harus diperbaiki. Di sisi lain, sambil menunggu suspend berakhir,” kata Deni, Selasa (01/09/2026).

Menurut Deni, pihaknya belum mengetahui secara pasti kapan suspend tersebut akan berakhir. Sebab, kewenangan untuk menentukan pencabutan suspend berada di tangan BGN.

“Jadi kita menunggu berakhirnya kapan, sambil lalu dapur memperbaiki infrastruktur yang memang harus diperbaiki sesuai hasil supervisi,” ujarnya.

Sejumlah fasilitas menjadi bagian dari pembenahan, mulai dari pengelolaan limbah, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), hingga kapasitas dapur. Saat dilakukan pemantauan, sebagian pekerjaan masih dalam proses dan sebagian lainnya telah selesai.

“Termasuk limbah, IPAL, kapasitas dapur, semua diperbaiki setahu saya. Sampai hari ini, kemarin saya lihat masih proses, ada yang dalam pengerjaan dan ada yang sudah,” ungkap Deni.

Pembenahan tersebut diharapkan membuat kesiapan dapur SPPG Karangsono lebih baik ketika nantinya kembali beroperasi. Evaluasi juga dilakukan agar pelaksanaan program MBG dapat berjalan sesuai standar dan kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Deni memastikan pengelola SPPG telah menyampaikan komitmen untuk memperbaiki kualitas layanan. Perbaikan tidak hanya menyangkut infrastruktur, tetapi juga pemenuhan prosedur operasional dalam penyediaan makanan bagi penerima MBG.

“Apa yang terjadi, dapur berkomitmen untuk menjaga kualitas serta berkomitmen untuk tidak terjadi lagi,” tegasnya.

Sementara itu, SPPG Karangsono masih menunggu keputusan BGN terkait berakhirnya masa suspend. Selama masa tersebut, proses pembenahan dapur terus dilakukan sebagai tindak lanjut hasil evaluasi dan supervisi Satgas MBG.rdy

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru