Bencana Alam Disebut Buatan Asing,  Dudung Langsung 'Usir' Ulta dari KSP

realita.co
Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman. Foto: Dok Wikipedia

JAKARTA (Realita)– Pernyataan Ulta Levenia Nababan soal dugaan keterkaitan fenomena alam dengan pihak tertentu, termasuk proyek HAARP, ikut menyeret nama Kantor Staf Presiden (KSP). 

Namun, Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman buru-buru menegaskan bahwa Ulta sudah tidak lagi menjadi bagian dari KSP.

Baca juga: Dalam Kunjungwn Kerjanya ke Italia, Kasad Bahas Profesionalisme Prajurit

Dudung menjelaskan Ulta sebelumnya memang menjabat sebagai Tenaga Ahli Utama di KSP. Namun, posisi tersebut kini sudah ditinggalkan dan Ulta disebut telah menjadi salah satu deputi di Bakom.

"Ulta sudah bukan di KSP lagi. Dulu dia di staf KSP sebagai tenaga ahli utama, tetapi sekarang sudah tidak. Dia sekarang salah satu deputi di Bakom," ujar Dudung di Jakarta, Kamis.

Dudung juga menanggapi fenomena alam yang belakangan terjadi. 

Menurutnya, berbagai kejadian tersebut merupakan dinamika alam yang telah dipelajari dan dipantau oleh para ahli.

Baca juga: Program Ketahanan Pangan Legok Tangerang Ditinjau Langsung Kasat Dudung

"Kalau masalah bencana alam, kalau menurut saya itu dinamika alam lah ya, dan para ahli juga sudah mempelajari, kemudian melihat perkembangan saat ini," katanya.

Ia menegaskan tidak ada indikasi keterlibatan pihak luar dalam rangkaian fenomena alam tersebut.

"Menurut saya, tidak dikaitkan dengan apalagi kepentingan dengan pihak luar dan sebagainya," ujarnya.

Baca juga: Beredar Kabar Pengadaan Alutsista Dikuasai Teman Dudung, Ini Kata TNI AD

Dengan status Ulta yang sudah tidak lagi berada di KSP, Dudung memastikan pernyataan mantan tenaga ahli tersebut tidak mewakili sikap maupun posisi resmi KSP.

"Jadi, bukan anggota saya lagi itu," tegas Dudung.ain

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru