MADIUN (Realita) – IBCA MMA Kota Madiun mematangkan persiapan terakhir sebelum bertolak ke Kota Blitar untuk mengikuti Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) IBCA MMA se-Jawa Timur Piala KONI Kota Blitar 2026.
Kejuaraan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 17–20 September 2026 di GOR Soekarno Hatta, Kota Blitar. Dalam ajang ini, IBCA MMA Kota Madiun akan mengirimkan sebanyak 23 atlet dari berbagai kelompok usia dan kelas pertandingan.
Baca juga: Apresiasi Atlet, Ketua IBCA BFC MMA Kota Madiun Gelar Buka Bersama Usai Latihan Rutin
Ketua IBCA MMA Kota Madiun, Drs. Armaya, mengatakan latihan yang digelar merupakan bagian dari persiapan akhir sebelum para atlet diberangkatkan ke Blitar.
"Hari ini kita memberikan arahan karena besok mereka kita berangkatkan ke sirkuit 2 MMA IBCA di Kota Blitar. Jadi, latihan hari ini sekaligus memastikan persiapan terakhir dari teman-teman atlet," terang Armaya, Rabu (16/9/2026).
Menurutnya, persiapan menghadapi kejuaraan tersebut telah dilakukan sejak beberapa bulan lalu. Para atlet bahkan telah menjalani pemusatan latihan atau training camp (TC) sebelum mengikuti Piala Wali Kota Madiun.
"Kita sudah mulai persiapan sejak Juni, sebelum Piala Wali Kota. Setelah itu kita lanjutkan persiapan untuk Kejurprov atau sirkuit ini. Nanti dari hasil kejuaraan ini juga akan kita lakukan seleksi lagi untuk persiapan Porprov 2027," ujarnya.
Armaya menyebut target yang dibawa ke Blitar cukup tinggi, yakni berupaya merebut gelar juara umum. Target tersebut diakui tidak mudah karena persaingan antardaerah di Jawa Timur cukup ketat.
"Harapan kita bisa merebut juara umum. Memang berat, tetapi kita akan berusaha semaksimal mungkin agar juara umum itu bisa kita dapatkan untuk Kota Madiun," ungkap Armaya.
Lebih jauh, ia juga menyatakan bahwa pada kejuaraan sebelumnya di Surabaya, kontingen IBCA MMA Kota Madiun mampu menempati posisi juara umum kedua. Dengan membawa 23 atlet kali ini, pihaknya berharap capaian tersebut dapat ditingkatkan.
"Kemarin di Surabaya kita menjadi juara umum kedua. Dengan kekuatan 23 atlet dari berbagai umur, tentunya harapan saya anak-anak ini bisa meraih juara umum," jelasnya.
Dalam persiapan keberangkatan tersebut, IBCA MMA Kota Madiun juga mendapat dukungan dari jajaran penasihat dan pengurus, di antaranya Priyambodo selaku penasihat IBCA MMA Kota Madiun, serta Ketua, wakil dan para Pengurus Divisi Olahraga dari Petarung Kehidupan Nusantara (PTKN).
Priyambodo menegaskan dukungan terhadap para atlet tidak hanya dalam bentuk materi, tetapi juga berupa motivasi, doa, dan dorongan moral agar mereka mampu menunjukkan kemampuan terbaik.
"Dukungan itu moral, spiritual, doa, dan semangatnya harus ada. Kita harus memotivasi anak muda generasi sekarang ke arah kegiatan yang positif," kata Priyambodo.
Baca juga: IBCA BFC MMA Kota Madiun Lepas Atlet ke Kejuaraan Bupati Tuban, Targetkan Pulang Membawa Medali
Ia juga berharap para atlet mampu menjadikan olahraga sebagai sarana untuk membangun masa depan dan memberikan kontribusi positif bagi daerah maupun bangsa.
"Apapun kegiatan di Kota Madiun yang positif, saya siap di depan untuk memperjuangkan kalian semua agar menjadi orang yang berguna bagi bangsa dan negara," ujarnya.
Terkait apresiasi bagi atlet yang berhasil meraih prestasi, Priyambodo memberikan sinyal akan adanya penghargaan bagi mereka yang mampu membawa pulang gelar juara.
"Secara otomatis, siapapun yang berprestasi, nek wong Jowo wong molah oleh opah. Ayo tunjukkan juara kalian," ucapnya.
Sementara itu, Pelatih IBCA MMA Kota Madiun, Andre, menjelaskan 23 atlet yang dibawa akan turun dalam sejumlah kategori usia, mulai youth hingga senior.
"Yang kami turunkan ada kategori youth A, youth B, youth C, sampai youth D. Untuk kategori youth ada sekitar 13 atlet. Kemudian enam atlet kami turunkan di kelas junior, sedangkan empat atlet lainnya di kelas senior," terang Andre.
Menurutnya, seluruh atlet memiliki peluang untuk memberikan hasil terbaik. Namun, karena MMA merupakan cabang olahraga pertarungan, hasil pertandingan tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan persiapan di atas kertas.
"Kalau potensi, saya bilang semuanya rata. Semua punya potensi. Tinggal bagaimana kami berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan hasil terbaik demi Kota Madiun," katanya.
Andre menyebut sejumlah daerah diperkirakan menjadi pesaing kuat dalam perebutan gelar juara umum, termasuk tuan rumah Blitar, Surabaya, dan Gresik.
"Kalau persaingan terberat mungkin dari tuan rumah Blitar, kemudian Surabaya dan Gresik," ujarnya.
Meski menghadapi persaingan ketat, Andre tetap optimistis para atlet binaannya mampu mencapai target juara umum.
"Optimis untuk juara umum, tentu. Saya percaya 100 persen kepada atlet-atlet kami. Tetapi kami juga tidak bisa memprediksi karena ini combat sport. Apapun bisa terjadi di dalam pertandingan," pungkasnya. Yw
Editor : Redaksi