APBD Jember 2027 Dirancang Rp5,5 Triliun, PAD Ditargetkan Lebih Realistis

realita.co
Gus Fawait. Foto: Dok

JEMBER (Realita) - Pemerintah Kabupaten Jember merancang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2027 dengan total belanja mencapai sekitar Rp5,5 triliun.

Bupati Jember Gus Fawait mengatakan, penyusunan anggaran tersebut diarahkan pada target pendapatan yang lebih realistis, terutama dari Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dalam Rapat Paripurna DPRD Jember dengan agenda penyampaian rancangan APBD 2027,  Senin (28/09/2026).

Baca juga: Temui Pedagang Pasar Tanjung Jember, Gus Fawait Siapkan Revitalisasi Total Rp250 Miliar

Fawait menyebut total pendapatan daerah dirancang sekitar Rp4,5 triliun. Dari jumlah tersebut, PAD ditargetkan mencapai Rp1,294 triliun, sedangkan pendapatan transfer diproyeksikan sebesar Rp3,226 triliun.

Fawait mengatakan, selama ini target PAD Jember kerap tidak tercapai sehingga pemerintah harus melakukan penyesuaian belanja pada perubahan APBD. Karena itu, ia ingin mengubah pola penyusunan target PAD dengan menggunakan rumusan yang lebih jelas dan berdasarkan potensi riil daerah.

Menurut Fawait, target PAD tidak harus dibuat terlalu tinggi apabila tidak diikuti kemampuan pencapaiannya. Ia menekankan, capaian PAD yang benar-benar terealisasi menjadi hal yang lebih penting. Ia juga menyebut PAD Jember pada 2025 mengalami pertumbuhan 32,36 persen dan menjadi salah satu yang tercepat di Jawa Timur.

“Yang paling membanggakan bahwa kenaikan PAD kita tanpa menaikkan pajak, tanpa menaikkan beban pemerintah, beban masyarakat kecil,” kata Fawait.

Fawait juga menyampaikan rencana pemberian insentif pajak pada 2027. Ia mengatakan, pemerintah daerah bersama DPRD akan membahas kemungkinan menggratiskan kembali sejumlah jenis pajak sebagai bagian dari kebijakan yang ditujukan untuk meringankan beban masyarakat.

Baca juga: Penataan Jalan Pasar Tanjung Jember Tak Bisa Asal Gusur, Gus Fawait Minta Waktu Seminggu

Sementara itu, dari sisi belanja, APBD Jember 2027 dirancang sebesar Rp5,508 triliun. Anggaran tersebut terdiri atas belanja operasional Rp3,714 triliun, belanja modal Rp1,192 triliun, belanja tidak terduga Rp15 miliar, dan belanja transfer sekitar Rp586 miliar.

Untuk pembiayaan, penerimaan pembiayaan dirancang sekitar Rp987 miliar. Fawait menjelaskan, angka tersebut antara lain berasal dari perkiraan sisa lebih perhitungan anggaran atau SiLPA sekitar Rp200 miliar serta pinjaman daerah sekitar Rp786 miliar melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI).

Fawait menegaskan, pinjaman melalui PT SMI merupakan skema pembiayaan alternatif untuk mempercepat pembangunan infrastruktur.

Menurutnya, pembiayaan tersebut tidak dimaknai sebagai kondisi APBD Jember kekurangan anggaran, melainkan sebagai upaya mempercepat pemanfaatan pembiayaan untuk kebutuhan pembangunan yang dinilai mendesak.

Baca juga: Gus Fawait Mulai Disuarakan Maju Pilgub Jatim, Begini Responsnya

Salah satu prioritas yang disebut Fawait adalah pembangunan dan pengembangan fasilitas kesehatan, termasuk rumah sakit rujukan. Ia menyebut antrean pasien di sejumlah rumah sakit sudah panjang, sementara kebutuhan pelayanan kesehatan tidak bisa menunggu hingga beberapa tahun ke depan.

Ia menambahkan, pembiayaan tersebut salah satunya diarahkan untuk mengoptimalkan pembangunan rumah sakit serta RSD dr. Soebandi yang menjadi rumah sakit rujukan bagi masyarakat Jember dan sejumlah daerah di kawasan Tapal Kuda.

“Karena kesehatan merupakan kebutuhan dasar dari masyarakat,” ujar Fawait.rdy

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru