MADIUN (Realita) – Kecamatan Geger berhasil meraih juara umum Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kabupaten Madiun 2026 dengan mengumpulkan 105 poin.
Posisi kedua ditempati Kecamatan Kebonsari dengan 98 poin, disusul Kecamatan Dolopo di peringkat ketiga dengan 69 poin.
Penghargaan bagi para pemenang diserahkan dalam Malam Anugerah Qur’ani MTQ Kabupaten Madiun 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Madiun bersama Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) di Pendopo Muda Graha, Sabtu (10/10/2026) malam.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Madiun Hari Wuryanto, Wakil Bupati Purnomo Hadi, Ketua DPRD Kabupaten Madiun, jajaran Forkopimda, Kepala Kantor Kementerian Agama, para ulama, Sekretaris Daerah, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, serta pengurus LPTQ. Sebanyak 338 peserta dari 15 kecamatan turut berkompetisi dalam ajang tersebut.
Bupati Madiun Hari Wuryanto mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan MTQ Kabupaten Madiun 2026. Ia berharap ajang tersebut tidak hanya menjadi wadah untuk mengukur kemampuan peserta, tetapi juga memotivasi generasi muda agar terus meningkatkan prestasi dan mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi hingga nasional.
Hari Wuryanto menyebut, capaian Kabupaten Madiun yang menempati peringkat keenam pada MTQ Provinsi Jawa Timur 2025 menjadi modal penting untuk meraih hasil yang lebih baik pada penyelenggaraan berikutnya. Ia pun menargetkan kafilah Kabupaten Madiun mampu menembus lima besar pada MTQ Provinsi Jawa Timur 2027 di Tulungagung.
“Alhamdulillah, kegiatan ini sukses. Mudah-mudahan ini akan membawa Kabupaten Madiun ke depan lebih baik lagi. Pada MTQ tahun 2025 Jawa Timur, Kabupaten Madiun menduduki peringkat keenam. Mudah-mudahan berikutnya kita bisa naik lagi, paling tidak di urutan kelima,” ujar Hari Wuryanto.
Ia menegaskan, peserta yang akan mewakili Kabupaten Madiun pada MTQ tingkat provinsi ditentukan berdasarkan prestasi di masing-masing cabang lomba. Dengan demikian, kafilah yang diberangkatkan tidak terbatas pada peserta dari Kecamatan Geger sebagai juara umum, melainkan seluruh peserta yang berhasil meraih juara pertama.
“Juara umumnya memang Geger, tetapi yang akan kita kirim nanti adalah semua peserta yang meraih juara satu. Semuanya akan kita kirim ke Tulungagung tahun depan,” jelasnya.
Menurut Hari Wuryanto, penyelenggaraan MTQ tingkat provinsi dan nasional berlangsung dalam siklus dua tahunan secara bergantian. Setelah MTQ Provinsi Jawa Timur 2027 di Tulungagung, ajang MTQ tingkat nasional dijadwalkan berlangsung pada 2028 di DKI Jakarta.
Lebih dari sekadar kompetisi, Bupati menekankan bahwa MTQ memiliki peran penting dalam menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus mendorong pengamalan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Bahana Bersahaja di Desa Teguhan, Dukcapil Madiun Layani Pembaruan KK hingga Perubahan Data Warga
“MTQ bukan sekadar ajang berlomba membaca dan menghafal Al-Qur’an, melainkan upaya bersama untuk membumikan nilai-nilai suci Al-Qur’an dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Ia juga mengajak para guru, pembina, dan orang tua untuk terus mendampingi anak-anak dalam mengembangkan potensi serta prestasi di bidang Al-Qur’an. Pendampingan tersebut, lanjutnya, perlu diimbangi dengan pembentukan akhlak dan karakter yang baik.
Sementara bagi peserta yang belum berhasil meraih juara, Hari Wuryanto berpesan agar tidak berkecil hati dan tetap bersemangat untuk belajar, berlatih, serta memperdalam kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Selain menargetkan peningkatan prestasi kafilah, Hari Wuryanto menyatakan kesiapan Kabupaten Madiun untuk menjadi tuan rumah MTQ tingkat Provinsi Jawa Timur pada 2029. Kesiapan tersebut diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan generasi Qur’ani sekaligus memperkenalkan potensi daerah.
Sementara itu, Ketua Panitia MTQ Kabupaten Madiun, Irfan Al Khaidari, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia menilai dukungan berbagai elemen menjadi bagian penting dalam memperkuat pembinaan generasi Qur’ani di Kabupaten Madiun.
Baca juga: DPRD dan Bupati Madiun Sepakati Perubahan KUA-PPAS 2026, Anggaran Tembus Rp2,014 Triliun
Irfan menjelaskan, penyelenggaraan MTQ tahun ini semakin mengedepankan transparansi dan akuntabilitas melalui penerapan sistem digital E-Maqro. Penggunaan sistem tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan sekaligus menjaga objektivitas dalam proses penilaian.
Ia juga mengungkapkan prestasi membanggakan yang diraih kafilah Kabupaten Madiun di tingkat nasional. Salah satunya ditorehkan Gus Danial Muhammad Hubaibillah yang berhasil meraih juara pertama nasional pada cabang Qira’at Mujawwad dalam MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang.
Prestasi tersebut diharapkan menjadi inspirasi sekaligus pemacu semangat bagi peserta lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan melalui latihan dan pembinaan yang berkelanjutan, sehingga mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
Keberhasilan penyelenggaraan MTQ Kabupaten Madiun 2026 diharapkan tidak hanya melahirkan peserta berprestasi, tetapi juga memperkuat pembinaan generasi Qur’ani di seluruh kecamatan. Dengan pembinaan yang berkesinambungan, Kabupaten Madiun optimistis dapat meningkatkan peringkat pada MTQ Jawa Timur 2027 sekaligus menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an semakin membumi dalam kehidupan masyarakat. Adv/Yw
Editor : Redaksi