MADIUN (Realita) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun menggelar program Bhakti Harmoni Bersahaja (Bahana Bersahaja) di Desa Teguhan, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, pada 19–20 Agustus 2026.
Program yang berlangsung selama dua hari tersebut menjadi sarana Pemkab Madiun untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat hubungan pemerintah daerah dengan warga di tingkat desa.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Madiun diterjunkan untuk memberikan berbagai pelayanan secara langsung dan gratis kepada masyarakat.
Salah satu pelayanan yang mendapat sambutan tinggi adalah layanan administrasi kependudukan (Adminduk) dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Madiun melalui program unggulan LELADI SESAMI.
Kepala Bidang Pengolahan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Dinas Dukcapil Kabupaten Madiun, Sayoga, mengatakan antusiasme masyarakat Desa Teguhan terhadap layanan Adminduk cukup tinggi.
Menurutnya, sebelum stan pelayanan dibuka, pemerintah desa telah mengumpulkan berbagai pengajuan warga. Mulai dari pembaruan Kartu Keluarga (KK), perubahan data pekerjaan dan pendidikan, pencetakan KTP, hingga pengurusan akta kelahiran dan akta kematian.
“Antusiasnya, khususnya warga Desa Teguhan, sangat banyak. Untuk permohonan KTP, KK, perubahan pekerjaan, pendidikan, cetak KTP, akta kelahiran maupun kematian, sudah dikumpulkan melalui desa. Jadi ketika saya datang, sudah mendapatkan satu geblok pengajuan,” ujar Sayoga, Kamis (20/8/2026).
Ia menjelaskan, mekanisme pengumpulan berkas melalui pemerintah desa tersebut dinilai memudahkan masyarakat. Warga tidak harus mengantre lama di lokasi karena sebagian dokumen telah dikumpulkan dan diproses oleh petugas.
“Karena banyak sekali agendanya, ada yang ikut UMKM dan kegiatan lainnya, sehingga pengajuan dikumpulkan desa. Kemudian kami proses, nanti masyarakat tinggal mengambil,” jelasnya.
Sayoga menyebut pengajuan yang paling banyak dalam layanan tersebut adalah pembaruan KK, terutama berkaitan dengan perubahan data pekerjaan.
“Yang paling banyak tadi KTP dan KK. Untuk KK, kebanyakan pembaruan, terutama perubahan pekerjaan,” katanya.
Selain memberikan pelayanan, kegiatan Bahana Bersahaja juga dimanfaatkan Dukcapil Kabupaten Madiun untuk menyosialisasikan kepada masyarakat bahwa sebagian besar pengurusan dokumen kependudukan dapat dilakukan melalui pemerintah desa.
“Sekalian kami sosialisasikan bahwa pengurusan dokumen kependudukan itu bisa dilakukan di desa, terkecuali perekaman KTP dan cetak KTP,” terang Sayoga.
Menurutnya, perekaman dan pencetakan KTP masih membutuhkan sarana dan prasarana khusus sehingga layanan tersebut belum dapat sepenuhnya dilakukan di tingkat desa. Saat ini, perekaman KTP dapat dilakukan di tingkat kecamatan maupun Mal Pelayanan Publik.
“Kalau perekaman KTP dan cetak KTP memang belum karena sarana prasarananya mahal. Untuk perekaman baru sampai kecamatan dan di Mal Pelayanan Publik,” ungkapnya.
Sayoga juga berharap program Bahana Bersahaja dapat terus dilaksanakan secara rutin karena dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama warga yang belum mengetahui berbagai kemudahan layanan administrasi kependudukan.
.“Kami sangat mendukung program Pak Bupati, Pak Wabup dan Pak Sekda ini, Bahana Bersahaja. Harapan kami kegiatan ini bisa dilaksanakan setiap bulan karena sangat bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. Yw
Editor : Redaksi