Dukung Ketahanan Pangan, Distan Madiun Salurkan Benih dan Bibit Alpukat untuk Kelompok Tani Teguhan

MADIUN (Realita) – Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun terus memperkuat dukungan terhadap sektor pertanian dan ketahanan pangan di tingkat desa. Salah satunya melalui pemberian bantuan benih dan bibit tanaman kepada kelompok tani di Desa Teguhan, Kecamatan Jiwan, dalam rangkaian kegiatan Bahana Bersahaja.

Dukungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menjalankan visi dan misi Bupati Madiun, khususnya misi ketiga melalui program PEPES (Petani Peternak Sejahtera). 

Program tersebut diarahkan untuk mendorong peningkatan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat kesejahteraan dan pendapatan masyarakat.

Di Desa Teguhan, bantuan yang disalurkan meliputi benih padi, kacang hijau, kedelai, serta bibit tanaman alpukat.

Untuk komoditas padi, kelompok tani di Desa Teguhan telah menerima bantuan sebanyak 1.150 kilogram benih padi yang bersumber dari APBN. Selain itu, terdapat 250 kilogram benih kacang hijau dari APBN dan 700 kilogram benih kedelai yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Timur.

“Untuk bantuan benih padi, kacang hijau, dan kedelai sudah direalisasikan pada April 2026. Bantuan tersebut diharapkan bisa dimanfaatkan kelompok tani untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung ketersediaan pangan di Desa Teguhan,” jelas Sekretaris Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun, Raswiyanto, Rabu (19/8/2026) malam. 

Selain bantuan benih, Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun juga menyerahkan secara simbolis 125 batang bibit alpukat kepada kelompok tani dalam kegiatan Bahana Bersahaja di Desa Teguhan.

Menurut Raswiyanto, bibit alpukat tersebut dijadwalkan mulai direalisasikan untuk penanaman pada September 2026. Waktu penanaman dipilih dengan mempertimbangkan masuknya musim penghujan sehingga ketersediaan air dapat membantu proses pertumbuhan bibit.

“Bibit alpukat yang diberikan secara simbolis sebanyak 125 batang. Rencananya akan direalisasikan dan ditanam pada September 2026. Kami memilih waktu tersebut karena sudah memasuki musim penghujan, sehingga ketersediaan air diharapkan lebih mendukung pertumbuhan tanaman,” ujarnya.

Lebih jauh, Raswiyanto menjelaskan, pemberian bibit tanaman produktif tersebut juga merupakan bagian dari implementasi SK Bupati Madiun Tahun 2025 mengenai program ketahanan lingkungan berkelanjutan melalui gerakan satu rumah satu pohon.

“Program ini bukan hanya untuk penghijauan, tetapi juga diarahkan pada tanaman produktif. Dengan begitu, selain mendukung lingkungan, tanaman yang diberikan nantinya diharapkan bisa memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, pemberian bibit tanaman produktif tidak hanya dilakukan di Desa Teguhan. Skema serupa diterapkan di berbagai lokasi pelaksanaan Bahana Bersahaja dengan menyasar kelompok tani. Dukungan terhadap ketersediaan bibit juga diperkuat melalui peran pemerintah desa.

“Kami ingin bantuan yang diberikan tidak berhenti pada saat penyerahan saja. Setelah diterima, tanaman harus dipelihara dan dikembangkan sehingga ke depan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutur Raswiyanto.

Ia berharap berbagai bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok tani di Desa Teguhan. Bantuan benih diharapkan mampu menunjang produksi pangan, sementara tanaman alpukat dapat menjadi investasi produktif sekaligus mendukung kelestarian lingkungan.

“Harapannya, seluruh bantuan yang diberikan dapat mendukung ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas pertanian, serta menambah perekonomian dan pendapatan masyarakat. Dengan begitu, program ini bisa ikut mewujudkan Kabupaten Madiun yang bersahaja,” pungkasnya. Yw

Editor : Redaksi

Advertorial
Berita Terbaru