Proyek Pembangunan SMPN 15 Cilegon Diduga Tak Libatkan Pekerja Lokal

CILEGON (Realita) — Proyek pembangunan SMP Negeri 15 di Kota Cilegon menjadi sorotan setelah muncul dugaan bahwa pekerjaan tersebut tidak melibatkan tenaga kerja lokal.

Dugaan itu disampaikan salah seorang warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi proyek kepada Realita.co, Minggu (4/10/2026).

Warga tersebut mengaku melihat tenaga kerja yang terlibat dalam proyek pembangunan berasal dari luar Kota Cilegon.

“Ada kerjaan juga orang Serang semua,” ujar warga tersebut.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian masyarakat sekitar, mengingat proyek pembangunan tersebut berada di wilayah Kota Cilegon.

Warga berharap pelaksanaan proyek pemerintah dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, termasuk dalam hal kesempatan kerja apabila kebutuhan tenaga kerja memungkinkan untuk dipenuhi oleh warga lokal.

Menanggapi persoalan tersebut, Aktivis Kota Cilegon, Yusup, menilai keterlibatan tenaga kerja lokal dalam pelaksanaan proyek pemerintah perlu menjadi perhatian.

Yusup bahkan menyebut persoalan tersebut patut dilihat dari ketentuan yang berlaku di lingkungan Pemerintah Kota Cilegon, termasuk aturan mengenai pemberdayaan atau prioritas tenaga kerja lokal.

“Kalau memang ada ketentuan yang mengatur keterlibatan tenaga kerja lokal, tentu pelaksanaannya harus diperhatikan,” kata Yusup.

Ia menilai pemerintah maupun pihak pelaksana proyek perlu memberikan penjelasan secara terbuka terkait komposisi tenaga kerja yang digunakan dalam pembangunan SMPN 15 tersebut.

“Jangan sampai masyarakat sekitar hanya menjadi penonton ketika ada proyek pemerintah yang dilaksanakan di wilayahnya,” ujarnya.

Dari hasil informasi yang di dapat, Proyek SMPN 15 menggunakan Anggaran APBN melalui Swakelola terkesan di pihak ketiga kan.  fauzi

Editor : Redaksi

Berita Terbaru