Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Tinjau Konektivitas Pelabuhan Tanjung Perak

realita.co
Balkis Kusumawati (tengah) saat kunjungan kerja di PT TPS). Foto: Ganefodin

SURABAYA (Realita) – Asisten Deputi Konektivitas Maritim dan Udara Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, Balkis Kusumawati, melakukan kunjungan kerja ke PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), Selasa (20/10/2026).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari peninjauan lapangan terkait pengembangan konektivitas Pelabuhan Tanjung Perak, khususnya dalam mendukung implementasi kebijakan Zero ODOL 2027, penguatan jaringan kereta api hingga kawasan pelabuhan, serta integrasi antarmoda untuk meningkatkan efisiensi logistik nasional.

Baca juga: Wali Kota Depok Tutup TPS di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Ini Alasannya

Dalam kunjungan tersebut, TPS memaparkan pengembangan layanan multimoda, termasuk integrasi angkutan barang berbasis kereta api dengan terminal petikemas. Integrasi ini diharapkan dapat memperlancar distribusi barang, meningkatkan efisiensi rantai pasok, serta mengurangi kepadatan lalu lintas angkutan barang di jalan raya.

Selain meninjau fasilitas operasional terminal, rombongan juga memperoleh paparan mengenai upaya para pemangku kepentingan dalam memperkuat konektivitas dan meningkatkan efisiensi logistik di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak.

Direktur Utama PT Terminal Petikemas Surabaya, Ali Sodikin, mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap pengembangan konektivitas dan efisiensi logistik di kawasan tersebut.

"Kami sangat menghargai perhatian pemerintah terhadap upaya penguatan konektivitas dan efisiensi sistem logistik nasional di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak," ujar Sodikin.

Menurutnya, integrasi antarmoda, termasuk layanan kereta api dengan pelabuhan, merupakan langkah strategis untuk memperlancar arus barang, meningkatkan efisiensi rantai pasok, dan memperkuat daya saing logistik Indonesia.

"Sebagai bagian dari ekosistem Pelabuhan Tanjung Perak, TPS siap mendukung kolaborasi seluruh pemangku kepentingan guna mewujudkan sistem logistik yang semakin terintegrasi, andal, dan berkelanjutan," tegasnya.

Sodikin menambahkan, penguatan logistik nasional membutuhkan sinergi antara regulator, operator pelabuhan dan terminal, penyedia jasa transportasi, serta seluruh pelaku rantai pasok.

Sebagai salah satu gerbang perdagangan utama Indonesia, Pelabuhan Tanjung Perak memiliki peran strategis dalam mendukung distribusi barang ke berbagai wilayah. Oleh karena itu, pengembangan konektivitas melalui jalan raya dan kereta api perlu terus didorong untuk menciptakan sistem logistik yang lebih terintegrasi dan efisien.

Penguatan konektivitas tersebut sejalan dengan agenda pemerintah dalam mendukung implementasi Zero ODOL 2027, menekan biaya logistik nasional, serta meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat regional maupun global.gan

 

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru