Giliran Pulau Jawa Dilanda Karhutla

realita.co
Ilustarsi karhutla. Foto: AI

SURABAYA (Realita)  - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat masih adanya temuan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jawa Timur, Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Berdasarkan data yang dilaporkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur Karhutla berdampak pada 26 Kabupaten/kota dengan total 184 kejadian. Luas lahan terbakar menembus 11.449 hektar dengan 77,05 persen diantaranya merupakan kawasan hutan konservasi.

Baca juga: Karhutla di Ponorogo, Nenek 70 Tahun Tewas Terpanggang 

Dan hingga Minggu (25/10/2026) pukul 07.00 WIB, tim gabungan masih melakukan pemadaman dan pemantauan untuk mengendalikan api serta mencegah kebakaran meluas.

Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi langsung melakukan peninjauan udara guna memantau situasi terkini kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Arjuna-Welirang, Jawa Timur pada Jumat (23/10). 

Dia mengatakan bahwa hujan mulai turun di kawasan Gunung Arjuno. Kondisi tersebut disyukuri sebagai perkembangan positif di tengah upaya pemadaman karhutla.

Meski demikian, berdasarkan hasil pemantauan, masih terdapat titik kebakaran yang perlu mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Jabar dan Jateng

Selain Gunung Arjuno, BNPB juga memantau penanganan karhutla di Kuningan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, dan Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Di Kuningan, kebakaran melanda kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), tepatnya di wilayah Resort Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Kuningan, Desa Cibuntu, Kecamatan Pasawahan. Kebakaran mulai terjadi pada Rabu (21/10) sekitar pukul 20.44 WIB.

Hingga Sabtu (24/10), petugas masih menyelidiki penyebab kebakaran. Personel gabungan terus berupaya memadamkan api secara manual maupun melalui operasi pengeboman air (water bombing).

Tim juga memantau kondisi kawasan untuk menemukan titik api yang masih aktif. Pemantauan menggunakan Patroli Pesawat Udara Tanpa Awak (PUTA) dan drone termal menunjukkan penurunan jumlah titik api.

Baca juga: Aceh Barat Darurat Karhutla: 57,7 Hektare Lahan Hangus, Ratusan Warga Terjangkit ISPA

Pada Kamis (22/10) pukul 18.00 WIB, petugas mendeteksi 13 titik api. Jumlah tersebut kemudian turun menjadi 10 titik api pada Jumat (23/10) pukul 16.00 WIB. Pada Sabtu (24/10) pukul 08.50 WIB, tim kembali melakukan pemantauan udara dengan titik awal di Karang Dinding.

Pemantauan mencakup Cipariuk, Karang Dinding, Bukit Seribu Bintang (BSB), Karang Saninten, Gunung Sumbul, dan Gunung Dulang. Dari hasil pemantauan, titik api masih ditemukan di dalam kawasan hutan, di sebelah selatan pos pemantauan kebakaran Karang Dinding.

Penanganan karhutla di Kabupaten Kuningan berlangsung dalam masa perpanjangan status Siaga Darurat Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Jawa Barat Tahun 2026, berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 360/Kep.577-BPBD/2026, yang berlaku pada 1-31 Oktober 2026.

Hingga laporan Sabtu (24/10), pemadaman masih berlangsung dan data kerugian materiil masih dalam pendataan. Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Sementara itu, di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, karhutla terjadi di tiga desa pada Jumat (23/10) pukul 09.28 WIB. Kebakaran melanda Desa Pamalayan, Kecamatan Cijeungjing, serta Desa Cidolog dan Desa Ambit, Kecamatan Cidolog. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Berdasarkan pendataan sementara, luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 2,254 hektare.

BPBD Provinsi Jawa Barat berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Ciamis untuk mendukung penanganan. BPBD Kabupaten Ciamis juga berkoordinasi dengan aparat setempat dan melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Ciamis, Babinsa, perangkat desa, serta masyarakat dalam upaya pemadaman.

Berdasarkan laporan kondisi mutakhir pada Sabtu (24/10), api telah berhasil dipadamkan. Pendataan luas lahan terdampak terus menjadi bagian dari proses penanganan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, kebakaran lahan terjadi di Desa Rejosari, Kecamatan Grobogan, pada Sabtu (24/10). Kebakaran dipicu aktivitas pembakaran sampah oleh warga. Api kemudian membesar dan merambat ke rumpun bambu di sekitarnya sehingga mengakibatkan sekitar satu hektare lahan terbakar.

BPBD Kabupaten Grobogan berkoordinasi dengan pihak terkait dan melakukan asesmen di lokasi untuk mengetahui dampak kebakaran serta memastikan kondisi wilayah terdampak. Berdasarkan laporan pada Sabtu (24/10), api telah berhasil dipadamkan. Situasi di lokasi dilaporkan aman dan terkendali. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Kepala BNPB juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran, baik untuk membakar sampah maupun membuka atau mengelola lahan. Ia menegaskan bahwa upaya pemadaman yang dilakukan pemerintah akan sulit mencapai hasil maksimal apabila masih terdapat aktivitas pembakaran oleh masyarakat. Selain berpotensi memperluas kebakaran, asap karhutla dapat mengganggu kesehatan, aktivitas sehari-hari, dan perekonomian masyarakat.

“Di satu sisi kita berupaya memadamkan api supaya tidak ada asap yang mengganggu aktivitas dan kesehatan kita, termasuk kesehatan anak-anak kita. Namun, di sisi lain masih ada masyarakat yang melakukan pembakaran. Ini perlu menjadi perhatian bersama,” tegas Kepala BNPB.spg, ang

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru