Aceh Barat Darurat Karhutla: 57,7 Hektare Lahan Hangus, Ratusan Warga Terjangkit ISPA

MEULABOH (Realita) – Kabupaten Aceh Barat kini berada dalam kepungan asap. Data terbaru menunjukkan luas lahan yang terbakar telah melonjak tajam hingga mencapai 57,7 hektare, yang didominasi oleh lahan gambut yang sulit dipadamkan.

Kondisi yang kian tak terkendali ini memaksa pemerintah setempat menetapkan status Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Kebakaran yang awalnya terpantau seluas 19 hektare di beberapa titik, dalam hitungan hari meluas secara signifikan. Karakteristik lahan gambut di wilayah ini menjadi tantangan utama bagi tim satgas gabungan. Api tidak hanya menjalar di permukaan, tetapi mengendap di bawah tanah, menciptakan bara yang sewaktu-waktu bisa memicu titik api baru meski permukaan tampak sudah padam.

Dampak Kesehatan dan Krisis Pernapasan Bukan hanya kerugian ekologi, dampak kesehatan mulai menghantam warga secara masif. Berdasarkan laporan terkini, sedikitnya 143 warga Aceh Barat didiagnosis menderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Kabut asap pekat yang menyelimuti pemukiman warga menjadi pemicu utama melonjaknya angka kunjungan ke puskesmas dan rumah sakit setempat.

"Memasuki minggu kedua, paparan asap semakin pekat. Kami mencatat lonjakan signifikan kasus saluran pernapasan, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia," ungkap juru bicara kesehatan dalam laporan terkait.

Penegakan hukum mulai bergerak. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Aceh Barat telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di beberapa lokasi kebakaran. Polisi tengah mendalami apakah kebakaran ini murni faktor alam akibat cuaca ekstrem atau terdapat unsur kesengajaan dalam pembukaan lahan (land clearing).

“Kami melakukan olah TKP untuk mencari bukti-bukti permulaan guna memastikan penyebab pasti kebakaran ini,” tegas pihak kepolisian dalam keterangannya di Meulaboh.

Selama praktik pembukaan lahan dengan cara membakar masih menjadi pilihan, dan mitigasi lahan gambut tidak diperkuat, maka "siklus asap" ini akan terus menghantui masyarakat Aceh Barat setiap musim kemarau tiba.mas

Editor : Redaksi

Berita Terbaru