Hutan di Pegunungan Papua kembali menjadi sorotan. Rekaman drone yang beredar pada Senin (26/10/2026) memperlihatkan sejumlah titik api di kawasan Gunung Sohosa/Sogosa, Desa Niniwi, Distrik Duram, Kabupaten Yahukimo.
Di balik kobaran api itu, ada kekhawatiran yang jauh lebih besar daripada sekadar pepohonan yang terbakar. Ada hutan yang menjadi bagian dari ruang hidup masyarakat, tempat alam menyediakan sumber penghidupan dan menjadi bagian dari warisan leluhur.
Baca juga: BNPB Pertimbangka Terima Bantuan dari Negara Tetangga terkait Karhutla
Akun Threads @puturmdn menyebut masyarakat adat Desa Niniwi tengah berupaya menangani kebakaran tersebut. Namun, sampai saat ini, belum ada informasi terverifikasi mengenai luas lahan yang terbakar, penyebab kebakaran, maupun perkembangan pemadaman di lokasi.
Sementara itu, data pemantauan satelit yang dikutip pada 26 Oktober mencatat 760 titik panas di Papua Selatan, 83 di Papua Tengah, dan 42 di Papua Pegunungan. Angka tersebut mencakup wilayah provinsi, bukan khusus lokasi kebakaran di Yahukimo. Titik panas juga tidak otomatis berarti kebakaran telah terkonfirmasi.
Pertanyaannya, jika api terus meluas, siapa yang akan menanggung akibatnya?
Baca juga: Karhutla Gunung Arjuno Capai 260 Hektare, BNPB Kerahkan Water Bombing dan Modifikasi Cuaca
Kerusakan hutan berpotensi mengganggu habitat satwa, keseimbangan ekosistem, dan sumber penghidupan masyarakat yang bergantung pada alam. Namun, dampak nyata kebakaran di Niniwi masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lapangan.
Masyarakat adat yang berupaya menghadapi api tidak boleh dibiarkan berjuang tanpa perhatian. Keselamatan warga, pemantauan kebakaran, dan perlindungan hutan harus menjadi prioritas.
Sebab, ketika hutan terbakar, yang dipertaruhkan bukan hanya pepohonan. Ada kehidupan yang bergantung padanya, ada alam yang perlu dipulihkan, dan ada warisan yang harus dijaga untuk generasi berikutnya.
Baca juga: Anggota DPR Minta MBG Tak Dihentikan di Tengah Karhutla, Orang Disuruh Ambil dari Sekolah
Jangan menunggu hutan menjadi abu untuk menyadari betapa berharganya hutan bagi kehidupan.ha
Editor : Redaksi