5.368 Siswa di Kota Madiun Terima Bantuan Seragam Gratis, Ada Subsidi Jahit Rp300 Ribu

Reporter : Yatno Widodo
Penyaluran bantuan ditinjau langsung Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, di SMPN 3 Kota Madiun, Senin (2/11/2026). Foto: Yatno

MADIUN (Realita) – Keterlambatan pengadaan tak menyurutkan Pemkot Madiun merealisasikan program bantuan seragam sekolah gratis. Sebanyak 5.368 siswa baru jenjang SD dan SMP kini mulai menerima bantuan berupa kain seragam, perlengkapan sekolah, hingga subsidi ongkos jahit.

Penyaluran bantuan tersebut ditinjau langsung Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, di SMPN 3 Kota Madiun, Senin (2/11/2026).

Baca juga: Optimalkan PAD, Pemkot Madiun Bersama Polisi Tertibkan Kendaraan dan Ingatkan Wajib Pajak

Program bantuan tersebut tidak hanya mencakup bahan kain seragam dan perlengkapan sekolah, tetapi juga subsidi ongkos jahit sebesar Rp300.000 untuk setiap siswa. Dengan demikian, orang tua tidak perlu menanggung seluruh biaya pembuatan seragam.

"Pastinya berupa seragam sekolah dan perlengkapan. Yang kedua, ongkos jahit Rp300.000," ujar Bagus Panuntun saat ditemui di lokasi.

Secara keseluruhan, penerima manfaat program tersebut mencapai 5.368 siswa. Rinciannya, sebanyak 2.242 siswa tingkat SD, sedangkan 3.126 lainnya merupakan siswa tingkat SMP.

Meski demikian, penyaluran bantuan tahun ini mengalami keterlambatan dari jadwal yang semestinya diterima siswa pada awal tahun ajaran baru. Bagus menjelaskan, kendala terjadi dalam proses pengadaan melalui mekanisme lelang. Mulai dari minimnya peserta lelang hingga persoalan pemenuhan standar kualitas kain menjadi sejumlah faktor yang memengaruhi proses distribusi.

Di sisi lain, Pemkot Madiun juga mengarahkan agar proses penjahitan seragam melibatkan pelaku usaha lokal. Karena itu, bantuan diberikan dalam bentuk subsidi ongkos jahit sehingga orang tua siswa dapat memesan pembuatan seragam kepada penjahit di wilayah Kota Madiun.

"Ya, harus lokal. Mesakne (kasihan)," tegas Bagus, seraya menekankan pentingnya keberpihakan pemerintah terhadap pelaku usaha jahit lokal.

Baca juga: Plt Wali Kota Madiun Rotasi Enam Pejabat Eselon IIB, Ini Jabatan Barunya

Bagus berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban ekonomi orang tua sekaligus meningkatkan semangat siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. Ia juga optimistis program tersebut berdampak positif terhadap tingkat kehadiran siswa di sekolah.

"Harapannya, siswa ini semangat sekolah, orang tuanya juga tambah semangat. Pastinya saya yakin tingkat kehadiran sekolah nanti bisa naik," ungkapnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun, Agus Purwo Widagdo, mengatakan distribusi kain seragam ditargetkan sudah menjangkau seluruh sekolah dalam satu hingga dua hari ke depan. Sedangkan subsidi ongkos jahit sebesar Rp300.000 per siswa akan ditransfer melalui rekening Bank Jatim paling lambat dalam tujuh hari ke depan.

"Ya, harapannya nanti minggu kedua November sudah bisa terpakai," ujar Agus.

Baca juga: Satpol PP dan Bea Cukai Sisir Sejumlah Toko dan Warung, Rokok Ilegal Tak Ditemukan

Menyikapi keterlambatan tersebut, Dinas Pendidikan Kota Madiun berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses pengadaan dan distribusi bantuan seragam sekolah. Salah satu langkah yang disiapkan adalah memajukan tahapan perencanaan anggaran untuk program tahun 2027.

Agus menyebut, pengadaan tahun depan akan mulai dimasukkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) pada triwulan kedua, sekitar Juni hingga Juli. Langkah ini diharapkan membuat proses pengadaan dapat dilakukan lebih awal sehingga bantuan seragam bisa diterima siswa tepat saat tahun ajaran baru dimulai.

Sebagai informasi, Pemkot Madiun mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,8 miliar untuk pengadaan kain seragam sekolah tahun ini. Sementara anggaran subsidi ongkos jahit mencapai sekitar Rp1,3 miliar. Dengan demikian, total anggaran yang disiapkan untuk program tersebut mencapai kurang lebih Rp3,1 miliar. Yw

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru