Polda Metro Jaya akhirnya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat setelah penyelenggaraan Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, menuai polemik.
Kontroversi mencuat setelah terungkap sejumlah peserta yang mengenakan jaket almamater kampus ternyata bukan mahasiswa dari universitas yang identitasnya mereka gunakan.
Salah satu peserta bernama Bayu Setiadi alias Dino mengakui dirinya bukan mahasiswa Universitas Dian Nusantara (Undira) dan hadir sebagai massa bayaran.
Sementara itu, Sari juga mengklarifikasi bahwa dirinya bukan mahasiswa aktif Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI). Ia mengaku jaket almamater yang dikenakannya merupakan pemberian seseorang yang tidak dikenal.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan permohonan maaf dan mengatakan seluruh kritik masyarakat akan menjadi bahan evaluasi.
Polda Metro Jaya juga menjelaskan bahwa Raffi Ahmad dan Willie Salim hadir karena diundang sebagai tamu dalam kegiatan tersebut.
Editor : Redaksi