Penelii Luke Susilo Buka Suara Soal Ijazah Jokowi

JAKARTA (Realita)- Peneliti dokumen Luke Susilo mengungkapkan keyakinannya bahwa ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) palsu.

Ia bahkan menyebut tingkat keyakinannya mencapai 99,98 persen, dengan merujuk pada dua hal yang menurutnya menimbulkan tanda tanya, yakni dokumen ijazah yang dinilai belum pernah diperlihatkan ke publik, serta dugaan ketidaksesuaian kronologi dalam video kampanye bertajuk "Cerita Hidup Jokowi".

Pernyataan tersebut disampaikan Luke saat berbincang dengan Refly Harun, yang diunggah melalui channel YouTube Refly Harun Podcast pada 27 Oktober 2026.

Dalam perbincangan itu, Refly meminta Luke menjelaskan seberapa besar keyakinannya terhadap keaslian ijazah Jokowi.

"Apakah Anda yakin ijazah Jokowi itu palsu atau asli? Kalau yakin asli berapa persen keyakinannya? Kalau yakin palsu berapa persen keyakinannya?" tanya Refly Harun.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Luke menyatakan dirinya sangat yakin ijazah yang dimaksud adalah palsu.

"Kalau soal ijazahnya sejauh ini saya yakin 100% palsu. Ya udah 99, 98 aja," jawab Luke Susilo.

"UGM mengatakan asli, Labfor mengatakan asli, teman-teman mengatakan asli, tapi barang yang asli itu yang mana? Kan enggak pernah ditunjukkan," tambah Luke Susilo.

Refly turut menanggapi persoalan tersebut dengan menceritakan pengalamannya pernah melihat dokumen yang dimaksud bersama sejumlah orang.

"Kita geruduk ramai-ramai satu dokumen, kita lihat ada beberapa kepala di situ kan," kata Refly Harun.

Selain mempersoalkan dokumen ijazah, Luke juga menyoroti video "Cerita Hidup Jokowi" yang diunggah pada 12 April 2019, atau lima hari sebelum pelaksanaan pemilihan presiden. Menurutnya, video tersebut dibuat dengan persiapan yang matang sehingga kronologi yang disampaikan di dalamnya layak dicermati.

“Ini kan betul-betul video yang sangat dipersiapkan dengan luar biasa,” kata Luke Susilo.

Advertorial

Dalam diskusi tersebut, narasi video itu turut diputar dan dibacakan. Salah satu bagian menyebutkan, "Lulus kuliah tahun 1985, saya melamar ke sebuah perusahaan kertas di Aceh." ucap Luke Susilo

Narasi tersebut kemudian menceritakan masa awal pernikahan Jokowi dan Iriana yang disebut berlangsung selama dua setengah tahun di tengah hutan. Dalam cerita itu, Iriana dikisahkan sudah hamil pada tahun kedua sebelum keduanya memutuskan melahirkan anak pertama mereka di Solo.

"Masa awal pernikahan kami berada di dalam hutan rimba selama dua setengah tahun. Pada tahun kedua Iriana sudah dalam kondisi hamil dan kita memutuskan untuk melahirkan anak pertama kami di Solo." ucap Luke Susilo.

Luke lantas membandingkan cerita dalam video tersebut dengan dokumen yang ia sebut, yaitu tanggal lulus jokowi dari UGM 5 November 1985, pernikahan jokowi dan iriana 24 Desember 1986 pada fotokopi buku nikah, dan kelahiran Gibran 1 Oktober 1987.

“Itu ada jarak 9 bulan 9 hari dengan kelahiran Gibran pada tanggal 1 Oktober 1987, Yang bermasalah itu ketika ada cerita dua setengah tahun.”. ungkap Luke.

Ia menilai, bagian yang perlu dipertanyakan adalah narasi mengenai masa awal pernikahan yang berlangsung selama dua setengah tahun.

Berdasarkan perbandingan kronologi tersebut, Luke berkesimpulan bahwa cerita dalam video "Cerita Hidup Jokowi" tidak selaras dengan tanggal kelulusan yang tercantum pada ijazah yang ia persoalkan.

"Justru video ini sebenarnya adalah pengakuan bahwa terlepas dia betul lulus atau tidak lulusnya itu... kalaupun lulus bukan di 5 November 85," kata Luke.

Dari simulasi itu, Luke Susilo menyimpulkan bahwa video tersebut tak sejalan dengan tanggal kelulusan pada ijazah.

Editor : Redaksi

Berita Terbaru