MEDAN - Viral di media sosial komedian Oki Rengga disebut memarahi suporter yang membentangkan spanduk berisi kritik soal kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) saat laga PSMS Medan Vs Persija Jakarta di Stadion Utama Sumatera Utara (SUSU). Oki Rengga pun beri penjelasan.
Dalam video yang dilihat, Jumat (6/11/2026), terlihat Oki berada di tribun penonton dan seperti adu mulut dengan suporter lain. Oki terlihat memegang kepala suporter tersebut dan mengaku mau dibunuh pemerintah.
Baca juga: Ribuan Bonek dan Polri di Surabaya Gelar Doa Besama untuk Korban Tragedi Kanjuruhan
Dilansir dari detikcom, Oki Rengga meminta agar penjelasan soal video viral dikutip dari pernyataan yang disampaikannya di Instagram-nya. Dalam video yang diunggah Oki, ia meminta maaf atas video viral itu.
"Saya Oki Rengga di sini saya mau minta maaf sebesar-besarnya untuk video, narasi dan keributan yang saya munculkan beberapa hari ini, saya minta maaf," kata Oki Rengga dalam videonya.
Mantan pemain PSMS Medan ini menjelaskan soal narasi jika ia melarang suporter membentangkan spanduk kritik Karhutla. Saat itu, Oki mengaku melihat ada beberapa orang diskusi soal spanduk itu di salah satu tribun.
"Di sini saya akan menjelaskan apa sebenarnya terjadi karena di luar sudah semakin besar, semakin kemana-mana narasinya, terkait narasi aku melarang suporter membentangkan spanduk Karhutla, yang terjadi adalah ketika itu aku lagi nonton pertandingan PSMS lawan Persija, itu pertandingan besar lagi yang kita tonton setelah bertahun-tahun PSMS tidak punya pertandingan sebesar itu, jadi euforianya besar sekali," ucapnya.
"Ketika sedang menonton pertandingan, di tribun lain terjadi diskusi antar beberapa orang di mana mereka sedang membicarakan apakah spanduk Karhutla ini dipasang atau nanti saja dipasang, diturunkan," imbuhnya.
Oki mengaku saat itu konsentrasi pecah akibat momen itu. Sehingga ia mendatangi tribun tersebut, menawarkan membentang spanduk setelah laga dan bakal ikut memegang spanduk.
"Karena konsentrasi sudah tidak lagi ke pertandingan, sudah terpecah, aku mencoba datang dan memberikan penawaran gimana kalau spanduknya nanti aja kita pasang setelah pertandingan, sekarang kita dukung PSMS dulu, aku yang bakal megang nantinya dan mereka oke bang, sepakat bang, dan semua penonton yang di situ sepakat," ujarnya.
Baca juga: Stadion GOR Sidoarjo Dirusak Bonek, Gus Muhdlor: Semoga Tak Terulang
Setelah suporter itu disebut mengiyakan tawarannya. Namun diskusi disebut masih terjadi, sehingga ia bicara ke suporter untuk mendukung PSMS terlebih dahulu.
"Aku kira setelah setelah aku berbicara seperti itu, spanduk kan dibuka itu sama mereka, ternyata masih ada diskusi yang terjadi, aku coba datang, aman ya bang, aku juga ngomong ke suporter, kita memang kondisinya lagi nggak baik tapi sekarang kita dukung PSMS aja dulu," sebutnya.
Momen itu disebut bercampur emosi, kemudian salah satu suporter disebut datang sambil menangis. Oki mengaku memegang kepala suporter tersebut dan dinarasikan orang melakukan pencekikan. Saat itu, Oki mengaku jika diancam dibunuh oleh pemerintah karena kerap menyuarakan Karhutla.
"Itu yang terjadi adrenalin, emosi semuanya bercampur di malam itu, sampai pada akhirnya ada orang yang datang dan bilang sama ku sambil nangis,' Bang tapi memang udah banyak kali korban', itu adalah orang yang kepalanya ku pegang yang narasinya aku mencekik orang, ku pegang kepalanya, bicara di depannya, aku tahu bang, bahkan aku sampai hampir dibunuh pemerintah gara-gara ini, itu yang ku bilang," ungkapnya.
Oki mengaku saat itu mengaku emosi sebab selama ini ketika bersuara kerap mendapat ancaman. Atas hal itu, Oki meminta maaf atas perbuatannya itu.
Baca juga: Bonek Rusuh, Azrul Ananda Mundur dari Persebaya
"Aku bicara seperti itu mungkin emosiku atau adrenalin ku yang selama ini ketika aku bersuara banyak ancaman, makian, omongan-omongan nggak baik yang datang ke aku, tapi aku membiarkan itu karena menurut ku ya udahlah aman ajanya ini," tuturnya.
"Aku nggak tahu selama ini itu datangnya dari mana, makanya ketika ada momen kemarin malam itu, aku berbicara seperti itu sepertinya memang emosi ku aja nggak kekontrol, jadi sekali lagi aku minta maaf, mudah-mudahan ini bisa menjadi sedikit penjelasan apa yang sebenarnya terjadi dan aku pastikan aku selalu ada di barisan teman-teman yang selama ini bersuara," tegas dia.ik
Editor : Redaksi