PONOROGO (Realita)- Tewasnya dua pekerja proyek pembangunan jembatan Mijil di Dukuh Mujil Desa Grogol Kecamata Sawoo berbuntut panjang. Ini setelah pihak Polres Ponorogo mengedus adanya indikasi buruknya kualitas pekerjaan proyek senilai Rp 835 juta tersebut.
Tak tanggung-tanggung 6 pekerja termasuk mandor proyek diperiksa secara marathon oleh polisi. Terkait ambrolnya dinding pondasi jembatan. Selain itu Pihaknya mengaku menemukan fakta keberadaan oprator eskavator tembakan dalam pekerjaan proyek. Indikasi ambrolnya pondasi jembatan setinggi 12 meter yang menewaskan 2 pekerja ini, akibat kualitas pekerjaan yang buruk dimana umur pondasi proyek jembatan yang baru selesai dikerjakan namun sudah ditimbun oleh tanah.
Baca juga: Hujan Deras, Jembatan Penghubung Kabupaten Lamongan dan Bojonegoro Ambruk
" Ini masih kita selidiki. Apa penyebab pastinya. Sampai saat ini ada 6 orang yang diperiksa di Polsek, pekerja dan mandor," ujar Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Jeifson Sitorus, Kamis (16/12).
Baca juga: Karyawan Pabrik Gula di Lamongan Meninggal Dunia Setelah Tersiram Cairan Panas dan Jatuh
Jeifson mengaku sebelum ambrol, pada bulan November lalu pihaknya menerjunkan tim untuk mengecek proyek jembatan Mijil ini. Yang diketahui pada tahun 2020 lalu bermasalah lantaran dengan anggaran Rp 200 juta pekerjaan proyek hanya diwujudkan dalam bentuk pondasi saja.
" Kita memang sudah turun bahkan sudah publish juga berita tetang ini pada 10 november lalu. Terkait pekerjaan kontruksi jembatan ini. Indikasi beemasalah, masih kita selidiki nanti kita lihat bagiaman bangunan ini bisa roboh," ungkapnya.
Baca juga: Diterjang Banjir Bandang, Jembatan di Ponorogo Putus
Diketahui sebelumnya, Sumali (53) warga Desa Bajang Kecamatan Mlarak dan Karen Suardi (45) warga Kelurahan Paju Kecamatan Ponorogo tewas tertimbun pondasi jembatan Mijil Desa Grogol yang ambrol usai diurug tanah. saat kejadian Dua pekerja proyek yang baru sehari tengah bekerja menganyam besi cor ini di sisi timur bagian bawah jembatan. lin
Editor : Redaksi