PORT-AU-PRINCE- Ratusan anak-anak dan dewasa di Haiti berlindung di sebuah sekolah. Mereka menyelamatkan diri dari perang antargeng yang terjadi selama beberapa pekan terakhir.
Koordinator umum kelompok komunitas agama Kizito, Francisco Seriphin mengatakan, 315 orang telah mengungsi di sekolah Saint-Louis de Gonzague. Sekolah ini berada di distrik Delmas yang berdekatan dengan lingkungan Cite Soleil yang telah dilanda kekerasan.
Seriphin mengatakan, banyak anak datang berlindung di sekolah itu tanpa orang tua mereka. Beberapa anak muda berdiri dalam antrean menunggu untuk memberikan informasi tentang ayah dan ibu. Beberapa yang hilang dan yang lainnya dicegah oleh geng untuk meninggalkan Cite Soleil.
Kelas diliburkan untuk liburan musim panas. Ruang kelas di sekolah menengah telah diubah menjadi asrama. Beberapa remaja, anak-anak dan balita tidur di kasur kecil yang disediakan oleh kelompok nirlaba. Sementara yang lain harus tidur di lantai tanpa kasur.
Anak-anak muda mengobrol dan bercanda di halaman sekolah pada Sabtu (23/7/2022). Sementara yang lain bermain sepak bola dan bola basket atau lompat tali.
“Kami membutuhkan banyak bantuan,” kata Jean Michelet, seorang remaja berusia 16 tahun.
Dia terluka pada hari ketika pertempuran geng meletus pada awal Juli. Saat itu dia berada di rumah dan peluru menembus atap rumah dan menimpa kepalanya.
Seorang biarawati membawanya ke rumah sakit untuk mengobati lukanya.
"Banyak orang tewas selama baku tembak. Situasinya benar-benar buruk," katanya.
Setahun setelah pembunuhan Presiden Jovenel Moïse yang belum terpecahkan, kekerasan geng semakin memburuk di Haiti. Banyak orang mencoba melarikan diri dari negara yang tampaknya sedang terjun bebas secara ekonomi dan sosial.
Upaya untuk membentuk pemerintahan koalisi tersendat. Upaya untuk mengadakan pemilihan umum terhenti.
Seminggu yang lalu, kantor urusan kemanusiaan PBB melaporkan, 99 orang dilaporkan tewas dalam pertempuran di Cite Soleil.new
Editor : Redaksi
URL : https://realita.co/baca-11450-antar-geng-tawuran-warga-termasuk-anak-anak-sembunyi-di-sekolahan