97 Objek Wisata Alam Air Terjun di Blitar Masih Terpelihara Budaya Nyadran

KABUPATEN BLITAR (Realita)- Apakah Nyadran itu? Mungkin kebanyakan generasi milenial sekarang tak mendegar istilah Nyadran.

Nyadran itu sendiri berasal dari bahasa Sansekerta, yakni "Sradha". Istilah yang digunakan warga di desa Semen dusun Dewi kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar, untuk upacara ungkapan penuh syukur dan doa-doa pemuliaan penghormatan kepada roh leluhurnya, sebagai bentuk sikap etika tata kerama mikul duwur mendhem jeru (Jawa).

'Ini tradisi turun temurun masyarakat desa Semen dusun Dewi yang hingga saat ini masih terus dipertahankan," jelas Mujiono salah seorang tokoh masyarakat.

 "Angeluri Budoyo nyadran Dateng pepunden,cikal bakal kanthi wujud syukur dumateng ngarsane Gusti Kang Mohon Kuoso Mugi sedoyo tansah Jinangkung Puji Rahayu,"katanya lagi pada realita.co Jumat (9/2).

Menurutnya diawali dari masa pemerintahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk,tradisi dan adat budaya ini berkembang.

Ia menyelenggarakan upacara Sradha untuk memuliakan arwah sang Ibunda Tribhuwana Tunggadewi.

"Desa Semen merupakan desa wisata yang memiliki daya tarik Alami karena memiliki Alam yang indah dan terdapat air terjun Kucur Watu yang hingga saat ini terpelihar. Dan merupakan salah satu dari 97 wisata Alam air terjun yang berada di kabupaten Blitar," tambahnya.fe

Editor : Redaksi

Berita Terbaru