PKS dan Nasdem Diprediksi Bakal Gabung Koalisi Prabowo-Gibran

 JAKARTA - Hingga saat ini proses rekapitulasi penghitungan suara hasil Pemilu 2024 masih terus dilakukan.

Seiring hal tersebut langkah-langkah politik pun berjalan.

Baca Juga: 13 DPC Kota Palembang Sampaikan Mosi Tidak Percaya 

Untuk sementara calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo-Gibran unggul dengan perolehan suara 57,4 persen dengan total suara yang masuk hingga pukul 00.00 WIB 63,14 persen.

Terkait hal tersebut, Pengamat Politik Jerry Massie memprediksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bakal bergabung ke koalisi Prabowo-Gibran.

Diketahui saat ini perolehan suara sementara PKS 7,61 persen.

"Memang sejauh ini belum ada pernyataan PKS akan merapat ke koalisi Prabowo. Tapi saya nilai PKS secara aspek probabilitas politik besar kemungkinan mereka merapat dan bergabung dengan koalisi Prabowo," ucap Jerry, Sabtu (17/2/2024).

Kata Jerry, ada dua indikator kuat PKS bakal bergabung ke koalisi Prabowo-Gibran.

Pertama dalam beberapa kesempatan dalam Pilpres PKS selalu mendukung Prabowo.

"Jadi antara Gerindra-PKS punya masa lalu yang indah. Hubungan mereka pun baik-baik saja," ucapnya.

Faktor kedua, menurut Jerry, yakni faktor SBY dan Partai Demokrat.

Baca Juga: Luhut Kesal pada Pengkritik, Pengamat: Miris dan Tak Sejalan Marwah Demokrasi

"Saya pikir PKS pernah masuk kabinet SBY saat mereka berkoalisi pada 2004 silam. Apalagi sebelum hengkang bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM) Demokrat terlihat mesra di koalisi Perubahan," tukas Jerry.

Direktur P3S ini juga menyebut PKS dan Jokowi juga punya kenangan indah saat bersama-sama menjadi koalisi saat ayah kandung Gibran tersebut menjadi Wali Kota Surakarta beberapa waktu silam.

"Saya yakin Gibran juga akan legowo apalagi Jokowi," kata Jerry.

Selain PKS Partai Nasdem juga punya kemungkinan bergabung ke koalisi Kertanegara.

"Kalau PKB potensi koalisi kecil kemungkinan lantaran Cak Imin yang meninggalkan Prabowo sebelum berduet dengan Anies," ujarnya.

Baca Juga: Nasdem Berjaya di DKI Jakarta

Masuknya PKS dan Partai Nasdem ini lanjut Jerry bakal mengulang terjadinya koalisi tamhun 2019, dimana ada sembilan partai politik yang bergabung ke koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Bisa jadi koalisi gemuk seperti 2019 lalu," ujarnya.

Lalu bagaimana dengan nasib PDI Perjuangan?

PDIP diprediksi bakal menjadi oposisi ditemani Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

"Kalau PPP PT 4 persen maka kemungkinan mereka akan bersama PDIP sebagai oposisi," ujarnya.tri

Editor : Redaksi

Berita Terbaru