Tujuh Gedung SMP Negeri di Jombang Bakal Direhab Tahun Ini

JOMBANG (Realita) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang, bakal melakukan rehab tujuh gedung sekolah menengah pertama (SMP) Negeri.

Kepala Disdikbud Jombang, Senen mengatakan ada 7 SMP Negeri yang akan mendapatkan dana alokasi khusus (DAK) tahun anggaran 2024. Dimana seluruhnya akan dilaksanakan melalui lelang.

Baca Juga: Mayat tanpa Kepala Dalam Karung Ditemukan di Japanan-Jombang

Masing-masing, adalah pembangunan ruang kelas baru (RKB) dan rehab ruang kelas SMPN 6 Jombang dengan pagu Rp 1,1 miliar.

Ada pula pembangunan lab komputer, rehab ruang kelas, rehab ruang guru, dan rehab ruang kepala sekolah SMPN 2 Mojowarno dengan pagu Rp 917 juta.

Begitupun untuk rehab ruang kelas, rehab ruang UKS dan rehab ruang guru, rehab ruang kepala sekolah dan rehab ruang tata usaha SMPN 2 Diwek senilai Rp 611 juta.

Proyek rehab ruang kelas dan rehab ruang perpustakaan, juga akan dilakukan di SMPN 1 Jogoroto dengan pagu 548 juta.

"Ada juga proyek rehab ruang UKS, rehab ruang guru, rehab ruang kepala sekolah dan rehab ruang tata usaha SMPN 1 Kudu dengan pagu 455 juta," ungkapnya, Selasa (27/02/2024).

Baca Juga: Klinik Terapi Pengobatan Alat Vital Surabaya Kang Asep Makmur

Terakhir, adalah rehab ruang dengan tingkat kerusakan minimal-sedang beserta perabotnya di SMPN 1 Kabuh dengan pagu Rp 350 juta. "Semua nilainya diatas Rp 200 juta, jadi harus melalui tahap lelang," kata Senen.

Hanya saja, lanjut Senen, saat ini 7 gedung SMP Negeri ini belum naik ke proses pengadaan barang/jada (PBJ). Saat ini, Disdikbud Jombang masih melakukan proses perencanaan.

"Sekarang masih perencanaan, kalau sudah selesai nanti dinaikkan ke PBJ," ujarnya.

Terpisah, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setdakab Jombang, Joko Murcoyo mengaku belum menerima berkas lelang dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang untuk sejumlah SMP Negeri itu.

"Kami belum menerima berkas lelang dari dinas P dan K untuk rehab SMP negeri," ujar Joko.

Ia menyebut, baru menerima berkas pengadaan seragam gratis, yang dibeli melalui e-katalog.

Itupun, pengadaannya akan dilakukan secara langsung melalui e katalog, dan bukan melalui lelang. "Yang masuk baru seragam saja, untuk rehab sekolah baik SD maupun SMP," pungkasnya.rif

Editor : Redaksi

Berita Terbaru