Pemkot Surabaya Mulai Bangun Terowongan Bawah Tanah KIJ-KBS, DPRD Sambut Baik

SURABAYA (Realita) - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah memulai pengerjaan pembangunan terowongan bawah tanah (tunel) yang menghubungkan Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) dengan Kebun Binatang Surabaya (KBS). DPRD Kota Surabaya menyambut baik pengerjaan proyek itu.

Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya Baktiono menyambut baik pengerjaan proyek yang rencananya akan selesai pada 11 Oktober 2024 mendatang itu. Menurutnya, nantinya pengerjaan tunel itu akan memudahkan wisatawan yang akan berkunjung di Kebun Binatang Surabaya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Sediakan 1 Kelurahan 1 Ambulans 1, Layani Antar-Jemput Pasien Berobat Gratis

"Karena ada rencana KBS juga akan membangun Night Zoo, jadi kebun binatang malam, dan terowongan itu untuk menghubungkan agar warga yang ke KBS itu parkirnya di TIJ (Terminal Intermoda Joyoboyo)," ungkapnya saat ditemui, Rabu (19/6/2024).

Sebelum adanya terowongan, para wisatawan yang parkir di TIJ akan menyebrang jalan jika ingin menuju ke KBS. Nantinya dengan adanya tunnel itu, para wisatawan tidak perlu risau untuk menyebrang karena terowongan akan langsung terhubung ke KBS.

"Kalau terowongan nanti itu akan lebih cepat, dan terowongan itu, nanti kita usulkan juga ada tempat atau counter untuk menjual souvenir, makanan, minuman yang tentunya bagi UMKM, untuk malam hari nanti biar warga bisa menikmati kebun binatang malam yang dirancang Direktur KBS," katanya.

Proyek pembangunan Terowongan Joyoboyo ini dijadwalkan berlangsung hingga 11 Oktober 2024.

Sebelumnya, Ketua Tim Angkutan Jalan dan Terminal Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Ali Mustofa mengatakan, pihaknya akan menutup Jalan Joyoboyo selama proses pembangunan terowongan. Pengendara yang biasa melintas di jalan tersebut akan diarahkan ke beberapa alternatif rute lain.

Baca Juga: Penataan Lanjutan, Kawasan Serambil Ampel Akan Dijadikan Pasar Syariah

"Penutupan jalan ini direncanakan berlangsung dari 15 Juni hingga 11 Oktober 2024. Namun, kami berusaha mempercepat pekerjaan," kata Ali Mustofa dalam konferensi pers di Eks Gedung Bagian Humas Pemkot Surabaya, Jumat (14/6/2024).

Ali menjelaskan, pengerjaan Terowongan Joyoboyo akan dimulai dari sisi tengah atau median jalan, kemudian dilanjutkan ke arah sisi utara di pintu masuk KBS dan terminal di sisi barat.

"Dengan dimulainya pekerjaan di tengah jalan, kami berharap prosesnya lebih cepat, sehingga penutupan jalan tidak berlangsung selama empat bulan, melainkan cukup tiga bulan. Namun, kita tetap mengantisipasi sesuai kontrak hingga 11 Oktober 2024," ujarnya.

Untuk mengatasi dampak penutupan jalan, Dishub bersama Satlantas Polrestabes Surabaya telah menyiapkan berbagai pola rekayasa lalu lintas. Ali menjelaskan, pengendara dari Jalan Gunungsari yang akan menuju Jalan Joyoboyo-Jalan Raya Darmo dapat melintas melalui Jalan Gajah Mada dan Jalan Brawijaya.

Baca Juga: Wali Kota Eri Gandeng Aksi Cinta Indonesia Segera Gelar ‘Arek Suroboyo Goes To School’

"Kendaraan roda dua, roda empat, dan truk maksimal dua sumbu masih bisa melewati Jalan Joyoboyo sisi selatan. Sebelum Sekolah St. Yosep, belok kanan ke arah selatan, kemudian belok kiri ke arah timur menyusuri Terminal Joyoboyo dan masuk ke jalur utama Jalan Wonokromo," jelasnya.

Selain itu, Dishub juga menyiapkan sejumlah papan informasi dan imbauan terkait pengalihan arus lalu lintas. Papan-papan informasi ini dipasang di pertigaan Jalan Gajah Mada, Jalan Brawijaya, dan di sekitar Sekolah St. Yosep di Jalan Joyoboyo Surabaya.

"Kami juga memasang banner di overpass Tol Karah dan di Banyuurip. Dengan demikian, kendaraan atau truk lebih dari dua sumbu bisa mencari jalan alternatif, seperti exit di Tol Waru atau Tol Dupak," bebernya.ar

Editor : Arif Ardliyanto

Berita Terbaru