Diduga, Masih Marak Calo di Samsat Sidoarjo 

SIDOARJO (Realita)-  Dugaan banyak pengurus jasa (calo) di kantor Samsat Induk Sidoarjo, Jl.Raya Cemeng Kalang dan Samsat Krian, Jl. Raya Kemasan-Krian menjadi hal biasa.

Sebab dengan menggunakan jasa calo semuanya menjadi lebih mudah.
Dari informasi yang ada, masyarakat yang menggunakan jasa calo tidak perlu repot-repot mendatangkan kendaraan ke Samsat untuk dilakukan cek pisik. Sebab para pengurus jasa bisa melakukan 'cek fisik' sendiri tanpa di dampingi petugas kepolisian.

Baca Juga: Di Samsat Manyar Surabaya, Stiker 'Gratis' Diduga hanya Slogan

"Tidak perlu didatangkan kendaraannya, kan mereka membayar kepada petugas loket," kata sumber di lapangan yang enggan diungkap namanya.

Di singgung bagaimana mereka mendapatkan sticker gesekan dan kertas 'lemekan' ?. Sticker gesekan dan kertas lemekan, lanjutnya, dapat mereka beli kepada oknum petugas samsat yang di jual secara bendelan atau eceran dengan harga Rp 2.500 per lembar.

Cek fisik kendaraan yang diduga dilakukan petugas 'abal-abal' alias calo, rentan dipalsukan nomer rangka kendaraan, sebab tidak dilakukan oleh petugas Samsat.

Baca Juga: Pastikan Pelayanan Berjalan Optimal, Kapolresta Sidoarjo Cek Pelayanan Samsat

Terkait dengan registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor, mengacu pada Peraturan Kapolri No.7 Tahun 2021 Tentang Registrasi Dan Identifikasi Kendaraan Bermotor, pasal 3 ayat 1 berbunyi Registrasi Ranmor dilakukan melalui Regindent Ranmor, dan ayat 2 huruf (c) berbunyi unit pelaksana Regident pengoperasian Ranmor di Samsat.
Tak ayal meski kendaraan tidak di datangkan ke Samsat, berkas cek pisik tetap lolos.

Pengamatan di lapangan para pengurus jasa ini biasanya bergerombol membentuk komunitas. Karena hal tersebut tidak sulit menjumpai mereka di Samsat dengan atribut tas ransel dan berbaju rapi.

Pengerjaan berkas ranmor ke pengurus jasa terbilang cepat, sebab mereka membayar sejumlah uang kepada petugas loket.

Baca Juga: Kenang Jasa Pahlawan, Petugas Samsat Surabaya Selatan Kenakan Baju Pejuang

"Sudah hal biasa kalau di Samsat semuanya harus membayar," tambah informasi di lapangan.

Hingga berita ini ditayangkan, Kanit Regident Samsat Sidoarjo Iptu Romaji belum memberikan jawaban.ty

Editor : Redaksi

Berita Terbaru