50 Ribu KK di Jember Bakal Punya Dokter Keluarga Lewat Home Care, Kemenkes Tertarik Terapkan Secara Nasional

JEMBER (Realita) - Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus meluncurkan program Home Care Jember, di Puskesmas Sumberbaru, Jumat, 24 Juli 2026. Program tersebut ditargetkan menjangkau 25 ribu hingga 50 ribu kepala keluarga (KK) pada tahap awal. 

Bupati Jember Gus Fawait menegaskan Home Care bukan sekadar layanan kesehatan keliling, melainkan upaya menghadirkan keadilan dalam akses pelayanan kesehatan. Menurutnya, selama ini keluarga mampu bisa memiliki dokter pribadi atau dokter keluarga, sedangkan masyarakat miskin sering kali kesulitan memperoleh layanan karena keterbatasan biaya dan akses.

Meski baru diluncurkan, Pemkab Jember membuka ruang evaluasi agar program tersebut terus disempurnakan. Pemerintah daerah juga menyiapkan mekanisme pengusulan bagi warga yang membutuhkan melalui layanan hotline sehingga cakupan penerima manfaat dapat terus bertambah.

"Kalau keluarga yang kaya punya dokter keluarga, punya dokter pribadi, kami berikhtiar bahwa keluarga tidak mampu, keluarga miskin juga berhak punya dokter pribadi atau dokter keluarga. Negara harus hadir, pemerintah harus hadir," kata Gus Fawait.

Pada tahap pertama, sekitar 25 ribu hingga 50 ribu kepala keluarga menjadi sasaran layanan Home Care. Pemkab Jember telah menetapkan sejumlah kriteria penerima manfaat dengan prioritas bagi warga kurang mampu yang membutuhkan penanganan kesehatan secara berkelanjutan.

Untuk menjalankan program tersebut, pemerintah daerah mengoptimalkan anggaran yang sudah ada. Sebanyak 50 mobil Home Care disiapkan, termasuk kendaraan dinas dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), sementara kebutuhan operasional tenaga kesehatan diatur agar program tetap berjalan efektif tanpa membebani keuangan daerah.

Menurut Gus Fawait, inovasi Home Care mulai menarik perhatian pemerintah pusat. Jika implementasinya berjalan baik dalam satu hingga dua bulan ke depan, program tersebut akan dipresentasikan sebagai model pelayanan kesehatan yang berpotensi diterapkan di berbagai daerah di Indonesia.

"Kami bangga dan kami mohon waktu. Mudah-mudahan sebulan dua bulan ini berjalan dengan lancar dan nanti akan kami presentasikan. Mudah-mudahan ini bermanfaat juga untuk daerah lain di seluruh Indonesia," ujarnya.

Untuk memastikan layanan menjangkau seluruh wilayah, Pemkab Jember menyiapkan sekitar 1.200 tenaga kesehatan yang khusus menangani Home Care. Jumlah tersebut diambil dari total sekitar 4.000 hingga 5.000 tenaga kesehatan di Jember sehingga tidak mengganggu pelayanan di puskesmas maupun fasilitas kesehatan lainnya.

Pemerintah daerah juga menggandeng pemerintah desa untuk memetakan wilayah terpencil dan memastikan warga yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan tetap mendapatkan pelayanan langsung di rumah. Skema ini diharapkan mampu mengurangi hambatan biaya transportasi yang selama ini menjadi kendala masyarakat berobat.

Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus menyebut Home Care merupakan terobosan yang lahir dari gagasan Bupati Jember. Menurutnya, inovasi tersebut menjawab persoalan nyata di lapangan, yakni masih banyak warga yang sudah memiliki jaminan kesehatan tetapi tidak mampu memanfaatkan layanan karena terkendala biaya menuju fasilitas kesehatan.

"Program Home Care ini adalah ide dari Bupati Jember. Kami sangat kagum karena ini merupakan terobosan baru. Masyarakat sudah dapat health coverage, tetapi masih banyak yang tidak memanfaatkan layanan kesehatan karena tidak punya biaya untuk datang ke sarana kesehatan," kata Beni.

Editor : Redaksi

Berita Terbaru