Walikota Madiun: Humas Dituntut Kuasai Media Sosial

MADIUN (Realita) - Dalam masa pandemi saat ini, peran hubungan masyarakat (humas) dilembaga pemerintahan sangat penting untuk menangkal berita bohong atau hoax yang tersebar di media sosial (medsos). Sehingga, mereka dituntut untuk menguasai teknologi informasi dan komunikasi (TIK).  

Hal itu dikatakan Walikota Madiun, Maidi saat menjadi narasumber di acara penguatan peran strategis humas dalam komunikasi krisis dimasa pandemi covid-19 yang diselenggarakan Dinas Kominfo di gedung GCIO Kota Madiun, Senin (12/4/2021). Menurutnya, dengan perkembangan teknologi saat ini, humas dimasing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) dapat memanfaatkan medsos untuk menyebarluaskan informasi terkait perkembangan dan kebijakan pemerintah. Tentunya informasi yang up to date, apa adanya, instruktif, empati, dan respek. Supaya masyarakat lebih paham dalam menghadapi pandemi covid-19.

 "Kota Madiun memang menyajikan informasi apa adanya, orang itu tidak akan kecewa. Adapun kegiatan OPD yang selalu up to date setiap hari," kata Maidi, Senin (12/4/2021).

 Selain itu, dengan memanfatkan medsos, humas dimasing-masing OPD juga bisa membangun citra positif. Semisal, menginformasikan kepada masyarakat mengenai kegiatan, capaian, maupun prestasi. Juga menerima masukkan dan kritik dari masyarakat yang disampaikan melalui medsos.  

 “Termasuk menerima kritik dan saran seperti apa. Sampaikan saja apa adanya. Kita terbuka demi kemajuan dan kemakmuran masyarakat Kota Madiun," ujarnya.

 Dalam kesempatan itu, Maidi juga meminta agar Humas pemerintah mampu bersinergi dan bermitra dengan wartawan baik media cetak, elektronik dan online. Hal ini bertujuan untuk membentuk citra positif pemerintah daerah dimata publik.

 Sementara itu, Pakar Komunikasi dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Suko Widodo yang turut menjadi narasumber dalam acara ini mengatakan, kunci pertama mengelola lembaga humas adalah dengan melibatkan masyarakat supaya terjalin suatu kerjasama yang baik.

 "Komunikasi akan berhasil kalau publik di ikut sertakan. Disitulah manajemen komunikasi publik yang jelas harus berorientasi dengan kepentingan publik," ujarnya.

 Suko juga menyebut, syarat komunikasi harus transparan sesuai dengan perkembangan informasi, karena semua masyarakat sekarang bisa menjadi produser dan konsumer informasi. "Tidak hanya menerima, tapi juga bisa membuat informasi," terangnya. 

Melihat perkembangan humas dilingkup Pemkot Madiun, Suko memberikan acungan jempol. Lantaran medsos milik pemerintah telah menyampaikan informasi apa adanya kepada masyarakat. “Pak Walikota beserta jajaran sudah tepat dengan cara blak kotang (terbuka,red) kepada masyarakat, tanpa ada yang ditutup-tutupi. Ini komunikasi yang bagus,” tandasnya.adv

Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Natalia Loewe Tetap Setia Alisson Becker

LIVERPOOL (Realita)- Kiper Liverpool, Alisson Becker, memiliki seorang istri rupawan bernama Natalia Loewe. Kecantikan luar dalam membuat Alisson tak ragu …

Pupuk Subsidi di Jombang, Ruwet

JOMBANG - Sektor pertanian Kabupaten Jombang kembali dihantam persoalan klasik yang seolah menjadi siklus tahunan tanpa solusi permanen.  Distribusi pupuk …