Marak Lawan Kotak Kosong di Pilkada 2024, Pakar: Biasa Saja dan Bukan Kejahatan

JAKARTA - Peta politik jelang Pilkada Jakarta 2024 makin sengit dan diwarnai dominasi Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus yang mengusung Ridwan Kamil (RK).

Potensi Ridwan Kamil (RK) bakal melawan kotak kosong dinilai berpotensi besar terjadi.

Baca Juga: Jerry Massie Kalahkan Pakar Politik Amerika Terkait Prediksi Pemilu AS

Terlebih lagi beberapa partai seperti PKS, PKB dan Nasdem sudah memilih bergabung ke KIM plus.

Terkait hal tersebut Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie menyebut Pilkada melawan kotak kosong sebenarnya tidak masalah.

"Lawan kotak kosong bukan rencana jahat," ujar Jerry kepada Tribun, Jumat (9/8/2024).

Jerry mengatakan dalam kehidupan demokrasi apabila ada kelompok bersatu membangun bangsa atau suatu daerah tak ada salahnya. Sehingga apabila muncul fenomena kotak kosong lanjut Jerry merupakan hal biasa.

Baca Juga: Keluhkan Lapak Kecil, Ratusan Pedagang Pasar Legi Ponorogo Dukung Rilis Agar Dibenahi

"Kalau bicara kotak kosong paling ada 5-10 persen di pilkada di Indonesia itu tak ada persoalan. Berarti calon tak punya strategi dan lobi politik yang kuat," ujarnya.

Cilegon dalam

Ia pun memberikan contoh saat PDIP di pilkada lalu dan di beberapa daerah sampai Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara cabup petahana melawan kotak kosong.

Bahkan, di Makassar terjadi kotak kosong. Yang kurang wajar, kata Jerry, jika ada agenda 500-an pilkada maka calon lawan kotak kosong 400 daerah atau 300 saja.

Baca Juga: Beri Pengarahan Forkopimcam, PJs Wali Kota Surabaya Tekankan Keamanan Jelang Pilkada

Contoh lainnya lanjut Jerry adalah ketika Bobby Nasution di Pilkada Sumut hampir dipastikan akan melawan kotak kosong pasalnya PKS sudah merapat mendukungnya.

"Jadi tak ada masalah yang perlu dilebihkan. PDIP saja banyak calon kepala daerah dan wakil dari partai ini tapi tak ada yang komplen sah-sah saja. Memang sejak Pilpres tuduhan-tuduhan tak beralasan dan tak rasional sering dilakukan tapi saya lihat koalisi KIM Prabowo-Gibran tetap tenang dan santai menanggapi serangan politik ini," ujarnya.jr

 

Editor : Redaksi

Berita Terbaru