SURABAYA (Realita) - Ekonomi Jawa Timur pada tahun 2024 terjaga dengan baik, tumbuh sebesar 4,93% (yoy).
Hal tersebut disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Erwin Gunawan Hutapea, mengawali paparan dalam Media Briefing di Surabaya, Jumat (7/2/2025).
Kinerja ekonomi Jawa Timur, kata Erwin, utamanya ditopang oleh komponen investasi yang sejalan dengan peningkatan investasi non-bangunan, penyelesaian Proyek Strategis Nasional, dan berlanjutnya proyek konstruksi swasta di Kawasan Industri/KEK.
"Secara sektoral, membaiknya ekonomi Jawa Timur didorong oleh sektor perdagangan dan akomodasi, makan, dan minum, serta konstruksi," lanjutnya.
Erwin juga menyampaikan, kuatnya pertumbuhan ekonomi Jawa Timur 2024 didukung oleh terkendalinya inflasi sebesar 1,51% (yoy), lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 2,92% (yoy) dan inflasi nasional sebesar 1,57% (yoy).
"Inflasi yang terkendali tersebut sejalan dengan koordinasi TPID yang dirumuskan dalam kerangka pengendalian inflasi Jatim Sigati," tambahnya.
Media Briefing ini bertemakan "Penguatan Sinergi untuk Menjaga Stabilitas dan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur yang Berkelanjutan: Transformasi Menuju Indonesia Emas”.
Di acara yang diikuti 65 wartawan dari berbagai media ini, Kepala Kantor OJK Jawa Timur, Yunita Linda Sari menyampaikan, kinerja perbankan menunjukkan pertumbuhan yang solid.
Dia sebutkan, peningkatan kredit sebesar 8,04% (yoy) mencapai Rp614 triliun, dan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 4,73% (yoy) menjadi Rp790 triliun.
Stabilitas perbankan juga tercermin dari rasio NPL yang turun menjadi 2,88�n CAR yang kuat sebesar 29,58%. Ketahanan perbankan terhadap risiko likuiditas terjaga sebagaimana tercermin dari AL/DPK sebesar 15,01�n AL/NCD sebesar 68,58%.
Menurutnya, solidnya kinerja perbankan 2024 juga sejalan dengan capaian kinerja pasar modal, Industri Keuangan Non-Bank, Dana Pensiun, dan Perusahaan Pembiayaan yang membaik.
Sedangkan Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Jawa Timur Dudung Rudi Hendratna mengatakan, sampai akhir 2024 belanja APBN di Jawa Timur tumbuh kuat, ditopang oleh pertumbuhan Belanja Kementerian/Lembaga sebesar 13,74%.
Pertumbuhan belanja seiring dioptimalkannya APBN sebagai Shock Absorber, antara lain melalui peningkatan bidang konektivitas dan prasarana umum, bantuan sosial, dan pilkada serentak.
Kuatnya kinerja belanja sejalan dengan realisasi pendapatan pajak, kepabeanan dan cukai, serta PNBP yang melampaui target yang ditetapkan sampai dengan akhir tahun 2024.
Pada kesempatan ini juga, Kepala LPS II Provinsi Jawa Timur, Bambang S. Hidayat, menyampaikan, LPS menjamin penuh lebih dari 608 juta rekening simpanan nasabah di Bank Umum dan 15,8 juta rekening di BPR/BPRS atau mencakup 99,9�ri total rekening.
Menurut Erwin Gunawan, kuatnya perekonomian Jawa Timur 2024 dan terjaganya stabilitas sistem keuangan akan berlanjut pada 2025.
“Dengan memperhatikan tantangan dan peluang yang ada, prospek ekonomi Jawa Timur 2025 diprakirakan akan terus membaik, tumbuh pada kisaran 4,7-5,5% (yoy), dengan inflasi yang tetap terkendali pada rentang sasaran nasional 2,5±1%," ucap Erwin.
Ke depan, BI, OJK, Kementerian Keuangan, dan LPS II Jawa Timur menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas dan mendorong ekonomi Jawa Timur.
Melalui penguatan sinergi, inovasi, dan kebijakan yang pro-growth, keempat lembaga optimis dapat berkontribusi signifikan dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan, sejalan dengan visi besar Indonesia Emas 2045. gan
Editor : Redaksi
URL : https://realita.co/baca-36186-penguatan-sinergi-mendorong-pertumbuhan-ekonomi-jawa-timur