ALOR (Realita)- Syamsiah Muhamad yang sedang hamil, dan dua anaknya itu tewas dalam kebakaran yang menghanguskan empat bangunan di Bungawaru, Kelurahan Kalabahi Tengah, Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis (6/3/2025) siang.
Saat kejadian, Syamsiah berada di dalam rumah bersama dua anaknya, Muhammad Fahaat (4) dan Muhammad Fahmi (2).
Sementara suaminya, Istiar Harun (37), sedang menjaga kios bagian depan rumah mereka.
Ketiga korban memang tinggal di rumah yang juga dijadikan kios tempat usaha mereka.
Harun keluar ke depan kios untuk melayani pembeli.
Namun tiba-tiba api muncul dari dalam kios. Api cepat membesar karena banyaknya barang mudah terbakar di dalamnya.
Meskipun sudah keluar dari rumah, hati Syamsiah tak tenang. Sebab anak-anaknya masih ada di dalam.
Kedua anaknya sedang tidur di kamar. Syamsiah langsung ambil langkah nekat.
Ia kembali masuk ke dalam dan menembus kobaran api untuk menyelamatkan kedua buah hati.
"Ibu hamil itu sudah keluar, tapi dia masuk kembali karena anak-anaknya masih tidur di kamar, makanya mereka terjebak," ujar Gerson Blegur, warga Kalabahi yang berada di lokasi kejadian.
Istiar juga sempat mencoba masuk untuk menyelamatkan istri dan anak-anaknya.
Namun langkahnya terhalang oleh api dan pintu yang menghalangi akses ke dalam rumah.
Situasi semakin sulit karena saat itu lingkungan sekitar sedang sepi.
Dua unit mobil pemadam kebakaran dan tiga unit mobil tangki air milik masyarakat datang ke lokasi untuk memadamkan kobaran api.
Namun, Syamsiah dan kedua anaknya akhirnya ditemukan tewas terjebak di dalam api.
Jenazah mereka kemudian dibawa ke rumah sakit dan dimakamkan oleh pihak keluarga pada pukul 18.00 Wita.
Kepala Kepolisian Resor Alor, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Supriadi Rahman, menyampaikan bahwa penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
Akibat kebakaran, empat bangunan hancur.
Empat bangunan itu terbakar terdiri dari satu warung makan, satu rumah, dan tiga unit kios.ah
Editor : Redaksi