AS Kenakan Tarif Impor 32 Persen ke RI, DPR Minta Menteri Perdagangan Punya Strategi

JAKARTA (Realita) - Kebijakan tarif baru yang dibuat oleh Presiden AS Donald Trump dikhawatirkan akan memicu terjadinya gelombang PHK di masa mendatang.

anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PDIP Rieke Diah Pitaloka mewanti-wanti badai pemutusan hubungan kerja (PHK) setelah perang dagang ini mencuat. Maka itu ia meminta pemerintah mewaspadai kebijakan tarif baru Trump ini terhadap industri nasional.

"Waspadai dampaknya terhadap industri nasional, termasuk gelombang PHK. Pengangguran meningkat sejak akhir tahun 2024 hingga Maret 2025. PHK memengaruhi daya beli rakyat. Pastinya berimbas pada 'anomali' deflasi dan risiko fiskal Indonesia terutama kuartal IV 2025," ujarnya.

Rieke pun mendorong Menteri Perdagangan Budi Santoso segera merespons tarif baru untuk semua impor yang dikeluarkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

"Mohon segera ada respon, khususnya dari Menteri Perdagangan, strategi apa yang sudah disiapkan hadapi tarif timbal balik Amerika," kata Rieke.

"Perang Dagang Trump akan melahirkan efek domino. Tarif masuk barang naik, harga beli konsumen naik, daya beli menurun. Jika daya beli konsumen Amerika menurun permintaan ke Indonesia pasti menurun. Permintaan menurun, produksi Indonesia menurun," ujarnya.

Politikus PDIP itu mendukung Presiden Prabowo Subianto untuk mengerahkan tim ekonomi menyusun langkah kebijakan inovatif yang berorientasi kepentingan dan keselamatan nasional Indonesia.

"Saya yakin Presiden Prabowo sangat memahami devisa negara harus ditingkatkan melalui ekspor komoditas barang dan jasa. Strategi kebijakan menaikkan devisa sudah saatnya terintegrasi dengan penguatan industri nasional, penciptaan lapangan kerja dalam negeri dan penyiapan tenaga kerja formal di dalam negeri," katanya.

Senada, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Shinta Kamdani mengatakan pihaknya cemas kebijakan tersebut akan memicu gelombang PHK di sektor padat karya, seperti tekstil, karena selama ini sudah memiliki tantangan tersendiri.

"Kekhawatiran kami yang terbesar adalah tekanan layoff ( PHK ) yang lebih besar di sektor padat karya (garmen terutama) pasca kebijakan ini. Karena industrinya sendiri sudah lama struggling," kata Shinta dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (4/4).

Shinta menilai ada sejumlah sektor yang paling berdampak karena pasar ekspor lebih besar ke AS, seperti garmen, alas kaki, furniture, dan perikanan.

Dalam hal kebijakan Trump, RI tak luput jadi negara yang terdampak dari kebijakan Trump tersebut. Tarif baru impor yang dikenakan ke Indonesia sebesar 32 persen.

Angka itu menempatkan Indonesia di posisi ke-6 di kawasan ASEAN. Sementara negara di ASEAN yang dikenakan tarif baru tertinggi adalah Kamboja dengan tarif 49 persen.tri

Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Natalia Loewe Tetap Setia Alisson Becker

LIVERPOOL (Realita)- Kiper Liverpool, Alisson Becker, memiliki seorang istri rupawan bernama Natalia Loewe. Kecantikan luar dalam membuat Alisson tak ragu …