KOTABARU (Realita)– Gunung Mamake terus menorehkan kisah transformasi luar biasa.
Dalam waktu singkat, destinasi yang dahulu hanya dikenal oleh segelintir warga lokal, kini menjelma menjadi primadona wisata baru di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan.
Puncak lonjakan kunjungan terlihat jelas saat momen libur Lebaran 1446 H. Tepat pada Sabtu (5/4/2025), ribuan pengunjung memadati kawasan Gunung Mamake, menjadikannya salah satu lokasi wisata paling ramai selama perayaan Idulfitri.
“Saya terakhir ke sini dua tahun lalu. Saat itu belum ada lantai, belum ada pedok, hanya jalan berbatu. Tapi sekarang, perubahannya sangat terasa,” tutur Muhdi, wisatawan yang datang bersama keluarganya dari luar daerah. Ia tak henti-hentinya mengagumi kemajuan pesat yang dialami kawasan ini.
Transformasi Gunung Mamake tidak terjadi secara instan. Ada dedikasi dan kerja keras dari berbagai pihak, termasuk peran vital tokoh masyarakat setempat, Kai Oyong. Sebagai pengelola sekaligus motor penggerak pembangunan, Kai Oyong rutin membagikan dokumentasi progres kawasan ini melalui media sosial dan jaringan komunitas.
“Ini baru, itu baru,” ujarnya sambil menunjuk sejumlah fasilitas baru seperti jalur pedestrian, pedok, musala, dan kantin.
Kini, Gunung Mamake bukan hanya menyuguhkan panorama eksotis berpadu dengan lautan dan pantai dari kejauhan, tetapi juga kenyamanan berwisata. Jalanan yang dulu terjal kini lebih bersahabat bagi kendaraan, sementara fasilitas umum terus ditingkatkan demi kenyamanan pengunjung.
Indri, wisatawan asal Tanjung Tabalong, turut mengungkapkan rasa puasnya.
“Bagus, bagus. Fasilitasnya lengkap. Kalau lapar tinggal ke kantin, kalau mau salat pun sudah ada musala. Tapi semoga ke depannya ada penginapan atau area camping. Pasti makin seru,” ujarnya dengan mata berbinar.
Harapan tersebut menjadi catatan penting bagi Pemerintah Kabupaten Kotabaru. Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Sony Tua Halumoan, mengapresiasi antusiasme pengunjung yang terus meningkat.
“Banyaknya pengunjung yang berfoto dan membagikan konten dari Bukit Mamake merupakan promosi luar biasa. Tanpa biaya, tapi dampaknya luar biasa besar,” katanya.
Lebih dari sekadar tempat berlibur, Gunung Mamake kini juga menjadi lokomotif baru ekonomi lokal. UMKM yang menjajakan kuliner dan suvenir merasakan langsung dampak positif dari membludaknya wisatawan. Suasana penuh kehidupan terlihat jelas sepanjang kawasan, memperlihatkan denyut baru sektor pariwisata Kotabaru yang tengah bangkit.
Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi antara pemerintah, pengelola, serta masyarakat, Gunung Mamake diyakini akan terus berkembang, menjelma menjadi ikon wisata Kalimantan Selatan.
Bukan tidak mungkin, dalam waktu dekat, nama Gunung Mamake akan sejajar dengan destinasi nasional lainnya.hai
Editor : Redaksi