KEDIRI (Realita) - Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati memeriksa persiapan personel gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri, PMI, TNI, dan Baznas Kota Kediri, Minggu, 27 April 2025.
Personel gabungan ini nantinya akan memantau debit air dan masyarakat di sekitar Sungai Brantas yang berada di Kota Kediri. Mengingat, Perum Jasa Tirta I melakukan flushing atau penggelontoran dua bendungan, yakni Wlingi dan Lodoyo Kabupaten Blitar.
Flushing ini dilakukan untuk pemeliharaan infrastruktur sumber daya air dan dilaksanakan selama seminggu mulai hari ini, Minggu, 27 April hingga Sabtu, 3 Mei 2025.
Dengan adanya flushing ini akan berdampak pada penurunan elevasi muka air Sungai Brantas pada hulu Waduk Wlingi dan Lodoyo yang signifikan.
Selain itu, akan terjadi potensi peningkatan debit dan kekeruhan air, terutama pada ruas hilir Waduk Wlingi dan Lodoyo, salah satunya wilayah Kota Kediri yang dilintasi Sungai Brantas.
Karena hal tersebut, Wali Kota Kediri mempersiapkan personel gabungan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Flushing atau pladu ini justru dinanti bagi masyarakat di sekitar aliran Sungai Brantas, mereka akan mencari ikan yang terseret aliran flushing.
Namun, kegiatan ini cukup berbahaya mengingat arus dan debit air bertambah serta air sungai menjadi keruh.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas di sungai,” tegas Wali Kota Kediri.
Vinanda menjelaskan, saat masyarakat nekat mencari ikan di sungai, potensi terseret arus air cukup tinggi.
Seperti kejadian tahun 2024, salah satu warga Tulungagung hanyut dan ditemukan di wilayah Kota Kediri.
“Tahun lalu juga ada warga Kota Kediri yang akhirnya tidak bisa keluar dari sungai, tapi Alhamdulillah dapat diselamatkan oleh personel gabungan BPBD,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, selain menyiagakan personel gabungan, Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri juga menyiapkan perahu dan ambulan.
Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Kediri, Joko Arianto menjelaskan, masyarakat kurang memperhatikan keselamatan saat flushing atau pladu.
“Masyarakat asik mencari ikan dan kurang memperhatikan keselamatan. Untuk itu, kami menyiapkan posko dan personel di sekitar Taman Brantas,” tuturnya.
Sebelumnya, kata Joko, BPBD juga memberikan imbauan kepada masyarakat untuk mengurangi bahkan mengehentikan aktivitas sementara di Sungai Brantas.
Salah satunya penyedia jasa pertambangan atau penyeberangan tradisional, mengingat debit air akan meningkat sehingga dapat membahayakan keselamatan.
“Mengenai titik rawan yang harus diwaspadai karena jumlah masyarakat yang mencari ikan, yakni di sekitar Jembatan Lama, belakang Ramayana, belakang Masjid Agung, sekitar Semampir,” ujarnya.
BPBD, lanjut Joko, menyiagakan 12 personel, TNI ada 6 personel, dan belasan personel gabungan PMI dan Baznas Kota Kediri yang nantinya akan menyisir area rawan saat aliran flushing sampai di wilayah Kota Kediri.
Nantinya posko BPBD akan bersiaga selama proses flushing berlangsung. “Selain itu, personel gabungan akan memberikan imbauan kepada masyarakat dengan menaiki perahu sekaligus menyisir area rawan,” tegasnya. (Kyo)
Editor : Redaksi
URL : https://realita.co/baca-38508-wali-kota-kediri-vinanda-cek-personel-gabungan-hingga-potensi-bahaya