DEPOK (Realita) - Lembaga Studi Visi Nusantara (LS Vinus) melakukan rilis dari hasil survei terbaru yang memotret tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja 100 hari Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok, Supian Suri - Chandra Rahmansyah.
Survei yang dilakukan pada 25–30 Mei 2025 dengan melibatkan 800 responden ini mengungkap bahwa mayoritas warga Kota Depok belum puas terhadap kinerja kepemimpinan daerah tersebut.
Dengan margin of error 4 persen dan metode cluster random sampling, survei ini menjadi acuan awal bagi Pemerintah Kota Depok dalam mengevaluasi langkah-langkah strategis mereka.
Menurut hasil survei LS Vinus, hanya 39,05 persen responden menyatakan puas atas kinerja pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok.
Sementara itu, 60,5 persen lainnya secara terang-terangan menyatakan tidak puas.
Koordinator LS Vinus Kota Depok, Jihan Fauziyah, menjelaskan bahwa angka ini mengindikasikan adanya gap ekspektasi antara masyarakat dan pemerintah kota.
“Ya ini adalah peringatan awal bahwa pemerintah perlu berbenah, terutama dalam hal pelayanan publik, komunikasi, dan juga keterbukaan,” tegas Jihan saat menyampaikan keterangannya, Rabu (4/6/2025).
Jihan menerangkan, salah satu aspek yang paling disorot warga adalah keterbukaan informasi publik.
Sebanyak 64,62 persen responden menyatakan tidak puas terhadap keterbukaan informasi yang disediakan oleh Pemerintah Kota Depok. Hanya 35,38 persen responden yang merasa puas.
Dalam aspek komunikasi digital, tambah Jihan, survei juga menyoroti pengelolaan media sosial Pemerintah Kota Depok.
Sebanyak 62,75 persen warga menyatakan tidak puas, hanya 37,25 persen yang menyatakan puas.
Hasil ini mencerminkan bahwa keberadaan kanal digital belum dimanfaatkan secara optimal untuk menjalin komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat.
Jihan menerangkan, LS Vinus turut mengukur tingkat keyakinan masyarakat terhadap kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota dalam membawa Depok ke arah yang lebih baik.
Hasilnya adalah, sangat yakin 5,75 persen, cukup yakin 26,12 persen, kurang yakin 5,62 persen, tidak yakin 9,37 persen, dan tidak tahu/belum bisa menilai 53,14 persen.
Angka 53,14 persen ini menarik karena menunjukkan masih banyak warga yang belum memiliki gambaran jelas atau cenderung menunggu pembuktian konkret dari kepemimpinan saat ini.
“Data ini mencerminkan masih adanya keraguan masyarakat atas kepemimpinan saat ini dan perlunya upaya perbaikan yang nyata dalam waktu dekat,” jelas Jihan.
Meskipun tidak dirinci secara detail, Jihan mengungkapkan bahwa dalam survei juga muncul lima kebutuhan utama warga Depok yang harus menjadi prioritas.
Ini menjadi masukan penting bagi Pemkot Depok agar bisa menyusun kebijakan yang lebih responsif dan berpihak pada kebutuhan riil masyarakat. Hry
Editor : Redaksi