CILEGON (Realita) -Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Cilegon memberikan klarifikasi terkait aktivitas pemotongan alat berat di halaman Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Cilegon, yang sebelumnya menuai sorotan karena diduga dilakukan tanpa prosedur yang jelas. Aktivitas tersebut diketahui berkaitan dengan proses pelelangan aset milik daerah.
Ditemui di kantornya, Kepala Bidang Aset BPKAD Kota Cilegon, Nur, menjelaskan bahwa hingga saat ini Pemerintah Kota Cilegon, khususnya BPKAD, memang belum memiliki gudang khusus untuk menyimpan aset-aset bekas milik daerah.
“Selama ini kita hanya menyewa gudang, dan tempatnya pun belum representatif. Idealnya, gudang itu bisa dilalui kendaraan besar, memiliki kapasitas tampung yang cukup, dan area parkir yang luas,” ujar Nur.
Ia menambahkan, pihaknya sudah merancang pembangunan gudang khusus penyimpanan aset, namun realisasinya masih dalam tahap perencanaan.
“Saya sudah koordinasi dengan Dinas PU, rencana pembangunan gudang itu akan diupayakan, tapi belum bisa dipastikan apakah tahun ini atau tahun depan. Lokasinya juga belum ditentukan, harus strategis dan memiliki akses jalan yang bisa dilalui kendaraan berat,” tambahnya.
Menurut Nur, proses lelang terhadap aset daerah yang dilakukan baru-baru ini telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Lelang tersebut dimenangkan oleh peserta dari Tangerang, yang berhasil menawar dengan harga tertinggi.
“Penawaran awal dari KPKNL (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang) sebesar Rp228.485.000, namun akhirnya terjual dengan nilai Rp513.371.000 — lebih dari dua kali lipat dari nilai yang ditetapkan,” jelasnya.
Nur juga menjelaskan alasan mengapa aset-aset bekas selama ini masih tersebar di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Kami belum memiliki kendaraan pengangkut yang memadai. Banyak aset yang tidak bisa sekadar didorong atau digeser secara manual, berbeda dengan barang yang masih bisa difungsikan. Karena itulah aset lama tetap berada di OPD masing-masing,” terangnya. Fauzi
Editor : Redaksi