TEHERAN (Realita)- Iran mengerahkan rudal hipersonik generasi terbaru mereka yaitu Fattah yang mampu meluncur dengan kecepatan hingga Mach 15.
Rudal tersebut merupakan pesan kuat dari Iran kepada Israel dan sekutunya yang suka perang.
Pasukan Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan bahwa rudal hipersonik canggih milik “Fattah” digunakan dalam fase kesebelas Operasi True Promise III pada Rabu (18/6) dini hari.
Rudal tersebut berhasil menembus sistem pertahanan udara Israel yang selama ini digembar-gemborkan dan menyampaikan pesan kuat kepada rezim Israel dan para pendukungnya, demikian pernyataan IRGC.
IRGC menyebut fase terbaru dari operasi ini sebagai “titik balik,” dengan mengatakan bahwa penggunaan rudal Fattah generasi pertama menandai “awal dan akhir” bagi sistem pertahanan rudal Israel yang selama ini dianggap “legendaris.”
Selain itu, korps tersebut juga menyampaikan ucapan selamat kepada para komandan dan prajurit Divisi Dirgantara IRGC atas keberhasilannya dalam menjalankan misi yang mereka sebut sebagai “gemilang dan membanggakan.”
“Rudal Fattah yang sangat kuat bermanuver tinggi berkali-kali mengguncang tempat perlindungan para Zionis pengecut malam ini, menyampaikan pesan tegas kekuatan Iran kepada sekutu Tel Aviv (Israel) yang gemar perang dan masih terjebak dalam ilusi serta asumsi keliru,” bunyi pernyataan itu, seperti dilansir Press TV, Rabu (18/6).
IRGC menegaskan bahwa rentetan rudal ini membuktikan Iran kini sedang memegang kendali penuh atas wilayah udara di tanah Palestina yang dijajah dan bahwa pemukiman Israel sepenuhnya tak berdaya menghadapi serangan presisi Republik Islam Iran.
Spesifikasi Rudal Hipersonik Fattah
Fattah – yang berarti “sang pembuka” – diperkenalkan pertama kali pada Juni 2023. Senjata ini adalah rudal berpemandu presisi dua tahap berbahan bakar padat dengan jangkauan hingga 1.400 km dan kecepatan maksimal antara Mach 13 hingga 15. Dengan kecepatan 6.100 kilometer per jam rudal ini hanya butuh waktu 336 detik untuk mencapai Tel Aviv.
Menurut para pakar militer, dengan kecepatan ekstrem tersebut yang ditambah dengan nozel yang dapat digerakkan sehingga memungkinkan rudal bermanuver ke segala arah baik di dalam maupun di luar atmosfer Bumi, menjadikan Fattah kebal terhadap seluruh sistem antirudal yang ada saat ini.
Brigadier Jenderal Amir Ali Hajizadeh, mantan komandan divisi dirgantara IRGC, menggambarkan rudal ini sebagai “lompatan besar” dalam upacara peluncurannya tahun lalu.
rudal fatah iran royanews
Sebelum Iran, hanya tiga negara yang telah menguasai teknologi pembuatan rudal hipersonik, yakni Rusia, China, dan India. Masing-masing negara tersebut memiliki perbedaan dalam peluncuran, jangkauan, muatan, dan teknologi hipersonik itu sendiri.
Fase kesebelasan operasi ini dikabarkan sebagai yang paling intens sejauh ini. Rudal- rudal Iran menembus berbagai lapisan sistem pertahanan udara Israel.
Meski media Israel diberi sensor ketat oleh rezim Zionis, telah beredar sejumlah video di media sosial yang menunjukkan langit Tel Aviv dan Haifa menyala akibat hujan rudal canggih Iran yang berhasil menembus sistem pertahanan lapis tiga Israel.eka
Editor : Redaksi