7 Tahun Tangani 7 Ribu ODGJ, Ipda Purnomo : Kami Hanya Ingin Bermanfaat untuk Masyarakat

Advertorial

LAMONGAN (Realita) - Ditengah tugasnya sebagai anggota Kepolisian, Ipda Purnomo, tak pernah putus melakukan aksi kemanusiaan dengan menampung, merawat hingga menyembuhkan ribuan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Bahkan sudah dilakukan sekitar 7 tahun lamanya.

Berangkat dari keprihatinan terhadap ODGJ yang terlantar di jalanan, anggota Satbinmas Polres Lamongan itu memutuskan peran sosial dengan memberi kehidupan yang layak bagi mereka.

"Alasan kami merawat ODGJ karena ingin memanusiakan manusia . Mereka juga punya hak untuk hidup layak dan sehat ," ujar Ipda Purnomo yang dikenal dengan Polisi Belajar Baik ini, Rabu (2/7/2025).

Dalam prosesnya, Purnomo mengaku mengalami banyak suka dan duka. Salah satu momen paling membahagiakan adalah melihat pasien yang awalnya tidak bisa berkomunikasi atau menjaga diri, perlahan mulai pulih, bisa mandi sendiri, beribadah, hingga bersosialisasi.

Namun, tidak semua kisah berakhir bahagia. Ia mengungkapkan pengalaman pahit ketika pasien yang sudah pulih justru ditolak kembali oleh keluarganya karena takut kambuh.

"Yang paling menyakitkan itu ketika pasien sudah sembuh , tapi keluarganya tidak mau menerima mereka kembali ," ungkapnya.

Untuk merawat ratusan pasien setiap hari Ipda Purnomo menyediakan tiga kali makan dan obat-obatan rutin. Kebutuhan logistik pun tidak kecil, lebih dari dua kwintal beras per hari atau sekitar dua ton lebih per bulan.

Pembiayaan dilakukan dengan sistem subsidi silang . Pasien yang mampu membayar, membantu menutupi biaya bagi pasien yang tidak mampu. "Kalau semua gratis, jujur kami belum mampu. Tapi kami tetap berusaha agar semua tetap terlayani ," jelasnya.

Sebagai anggota polisi, Purnomo menegaskan bahwa pekerjaannya bukan hanya soal menangkap penjahat, tetapi juga hadir untuk menyelesaikan persoalan sosial. " Kami hanya ingin bermanfaat bagi masyarakat. ODGJ bukan kriminal. Mereka hanya butuh perhatian dan perawatan," tegasnya

Ipda Purnomo berharap semakin banyak pihak, terutama rumah sakit jiwa dan lembaga sosial, ikut peduli terhadap nasib ODGJ. " Kami tidak bisa berjalan sendiri. Harapannya , makin banyak lembaga yang bisa menampung dan merawat ODGJ, agar mereka tidak terus dianggap beban," pungkasnya.

Tercatat saat ini jumlah ODGJ yang dirawat di Yayasannya bernama "Berkas Bersinar Abadi" di Desa Nguwok, Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan, sekitar 280 orang, yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, yang di antaranya merupakan titipan dari keluarga yang tidak mampu menangani. Sementara sejauh ini jumlah pasien yang sudah dirawat dan sembuh tercatat sekitar 7 ribu orang.

Reporter : David Budiansyah

Editor : Redaksi

Berita Terbaru