Korban Bullying di Depok Laporkan Pelaku ke Polres, Sang Ibu: Saya Tak Mau Damai

DEPOK (Realita) - Seorang remaja mengalami hal yang tidak mengenakan karena menjadi korban perundungan atau bullying.

Kasus tersebut sempat viral di media sosial usai pelaku menjalankan aksi tersebut.

Korbannya sendiri adalah perempuan berinisial Oz (15), yang merupakan salah satu calon siswi SMA Negeri di Kota Depok.

Oz menjelaskan kejadian itu awalnya saat dirinya diajak oleh para pelaku untuk bertemu.

Tadinya Oz pun tak menyangka akan mengalami perlakuan tak terpuji tersebut karena para pelaku adalah temannya sendiri.

Oz mengungkapkan, kejadian ini dipicu cemburu buta karena salah satu pelaku berinsial C menuduh bahwa kekasihnya itu sudah direbut olehnya.

Pada awalnya, Oz juga tidak mau untuk menemui para pelaku, akan tetapi ia terpaksa ikuti ajakan C lantaran sempat mendapatkan banyak hujatan di media sosial.

"Jadi ya udah kayak dia ngechat aku ini itu gak aku respon, tapi pas aku buka akun Instagram aku, dia sempat nge live sama temennya, sebelum kejadian ini dia otu live, klarifikasi gitu dan nyampein ke aku kalau yang nonton itu seribu orang lebih," katanya, Selasa (8/7/2025).

"Terus juga dia sempat kayak bikin SG (story IG) gitu. Kayak tentang peringatan-peringatan gitu, kayak hati-hati sama nih orang, ngasih tahu ke semua orang gitu kalau aku tuh seakan-akan salah banget gitu, padahal aku juga sebelumnya udah minta maaf duluan kan sama C," bebernya.

Namun, kata Oz, pelaku tersebut seperti tidak mau memberikan maaf kepada dirinya.

"Cuma sih C itu kayak nggak mau maafin aku gitu, kayak yang C chat tuh semuanya nih salah aku, padahal tuh cowoknya kan juga salah," jelasnya.

Oleh karena itu pada akhir Oz bersedia untuk menemui C dan teman-temannya.

"Awal kejadian aku bisa diginiin itu karena aku kayak udah muak juga kan ya di chatting terus, jadi aku mutusin untuk samperin ke rumah si S," bebernya.

Lebih lanjut, Oz nampaknya juga merasa takut dengan ancaman pelaku karena mengancam akan mempermalukan dirinya kalau tak datang dalam pertemuan itu.

"Dia itu (pelaku) bilang, gua gak mau tahu ya, gua bakal bikin hidup lu hancur dan lu gak pantes bahagia, kata si C" ucapnya.

Ditambah lagi, kata Oz, C juga mengancam akan terus mengejar dirinya kalau tak segera bertemu.

"Dia bilang, kalau misalnya lu gak temuin, lu bakal gua kejar-kejar terus, mau lu dimanapun berada, di situ ada gua, katanya gitu," paparnya.

Pada akhirnya, Oz bersepakat untuk ketemuan di rumah S yang berada di kawasan Beji pada Sabtu (5/7/2025) malam.

"Tapi pas sebelum aku kesana aku ber enam sama temen aku, dan di sana (rumah S) ternyata kayak udah lumayan rame juga. Aku mikir tuh juga disitu gak akan kayak main tangan gitu, diomongin baik-baik," tuturnya.

"Sebelumnya tuh si S nya ini sang pemilik rumah juga udah bilang ke C, jangan main tangan atau kasar, soalnya rumah dia itu ada CCTV, gak enak juga kalau bundanya, karena bunda dia lagi sakit juga posisinya," tambahnya.

Bukannya bicara baik-baik, C dan pelaku lainnya berinisial N tiba-tiba langsung melakukan kekerasan.

"Pas saya duduk sambil main HP terus si N ini tiba-tiba datang dari arah kamar mandi, kemudian langsung mukul saya," ujarnya.

Setelah itu, C pun ikut untuk menganiaya Oz, tetapi beberapa ABG lain sempat berusaha melerai.

Oz menjelaskan, peristiwa ini berlangsung sejak pukul 20.00 WIB hingga sekira pukul 22 00 WIB.

Para pelaku berhenti untuk membully korban usai dihubungi keluarga masing-masing.

"Karena ya udah pada di WA in juga sama orang tuanya, jadi kayak mutusin ya udah buat udahin aja semuanya gitu," paparnya.

Selain ditampar, Oz mengaku dirinya sempat dipukul pada bagian wajah dan leher diinjak saat disuruh sujud untuk meminta maaf.

Sementara itu, merasa tidak terima dengan kejadian tersebut, orang tua Oz selanjutnya membuat laporan atas kejadian inj ke Polres Metro Depok.

RA ibu dari Oz menyampaikan dirinya tidak menyangka kalau putrinya ini bakal diperlakukan tidak manusiawi.

"Saya gak terima anak saya dibikin kayak binatang. Siapapun terlepas dari benar atau salah anak saya, mereka itu ya gak berhak menghakimi anak saya seperti itu, kayak binatang anak saya, diinjak, dipukul," beber RA.

RA pun berharap agar para pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatannya.

"Saya ya gak ikhlas, gak ridho, anak saya diginiin. Saya gak mau damai. Kalau bisa ya dihukum berat, saya gak terima anak saya digituin," ujar RA. Hry

Editor : Redaksi

Berita Terbaru