Syair Munafik

Syair Munafik

Lidahnya manis bagai madu menetes,
Mulut berkisah, hati penuh penyesat.
Ilmu setipis daun kering terhempas,
Tapi berlagak dewa di singgasana terangkat.

Ibadah sekadar hiasan di bibir,
Kitab suci jadi tameng si licik berpikir.
Bercakap soal surga bagai tukang khotbah,
Tapi hatinya kering, tak pernah berserah.

Berkedok merah, mengibarkan bendera,
Berkata cinta bangsa, tapi tikam saudara.
Dalam dada membusuk ide busuk bercacing,
Teriak nasionalis, padahal dia pengkhianat paling beringas.

Bodoh bukan soal tiadanya tahu,
Tapi saat congkak jadi penutup malu.
Munafik menari di altar dusta,
Di ujung lidahnya: “Akulah kebenaran!”

Oleh : Adi Cahyo

Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Ayu Ting Ting Masuk Rumah Sakit

JAKARTA (Realita) - Penyanyi sekaligus host Ayu Ting Ting mendadak dilarikan ke rumah sakit. Dia pun kini dikabarkan menjalani rawat inap. Informasi ini …