Kisah Kedekatan Kwik Kian Gie dan Gus Dur: Gus Dur Hormati Kwik sebagai Menko Ekuin meski Tionghoa

JAKARTA (Realita) - Ekonom sekaligus politikus senior PDI Perjuangan Kwik Kian Gie meninggal dunia pada Senin (28/7) malam. Kwik meninggal dunia di usia 90 tahun.

Nama Kwik Kian Gie, dikenal sebagai salah satu ekonom senior tanah air. Bahkan, kepiawannya itu mengantarkanya menjadi Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Sebelum diangkat menjadi Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri, Kwiek memang memiliki kedekatan dengan Gus Dur. Kedekatan ini terjalin melalui diskusi dan pandangan yang sejalan, yang berujung pada pengangkatannya sebagai menteri di era kepemimpinan Gus Dur. Kisah ini diungkapkan Kwik dalam acara Haul Ke-9 Gus Dur di Pesantren Tebuireng, Jombang.

Kwik Kian Gie mengakui bahwa dia mengenal Gus Dur cukup dekat dan sering bertukar pikiran melalui diskusi-diskusi. Kedekatan ini sudah terjalin lama sebelum keduanya aktif di bidang politik. Selain itu, mereka juga memiliki hobi yang sama, yaitu mendengarkan musik orkestra, khususnya simfoni nomor 9 yang sangat disukai Gus Dur.

Dalam perjalanan politiknya, Kwik Kian Gie dan Gus Dur pernah menjadi anggota Badan Pekerja MPR pada tahun 1987. Kwik sering memberikan briefing kepada Gus Dur mengenai hal-hal penting yang didiskusikan dalam rapat, karena Gus Dur tidak selalu hadir di setiap rapat.
 
Kedekatan dan Penghormatan Terhadap Pluralisme

Kwik Kian Gie menyaksikan sendiri bagaimana Gus Dur sebagai pejuang pluralis menerima permintaan komunitas Konghucu untuk mengakui Konghucu sebagai agama di Indonesia. Gus Dur menyatakan bahwa jika sekelompok orang meyakini nilai-nilai moralitas yang baik sebagai agama, maka bagi kelompok itu adalah agama.

Selama mendampingi Gus Dur dalam perjalanan ke luar negeri, Kwik merasakan kebesaran Gus Dur. Gus Dur dihormati tidak hanya sebagai seorang presiden, tetapi juga sebagai seorang humanis, universalis, dan pluralis.

Menurut Kwik, tidak pernah ada presiden sebelumnya dan sesudahnya yang memiliki penasihat-penasihat internasional yang secara sungguh-sungguh memberikan nasihatnya.

Pengangkatan Kwik Kian Gie sebagai Menko Ekuin

Kwik Kian Gie mengaku sangat kaget ketika diangkat menjadi Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri oleh Gus Dur. Ia merasa terkejut karena dirinya adalah keturunan Tionghoa yang tidak mengganti nama dan beristri orang Belanda. Pengangkatan ini terjadi setelah pelantikan Megawati sebagai wakil presiden pada tahun 1999.

Setelah acara pelantikan, Kwik dihampiri ajudan Gus Dur dan diminta menuju Wisma Negara di Istana Merdeka. Di sana, Gus Dur menyatakan bahwa dalam membentuk kabinet, ia tidak akan menggunakan hak prerogatifnya secara mutlak, kecuali untuk dua jabatan menteri: Menteri Agama dan Menteri Luar Negeri.

Para ketua partai politik dipersilakan mengajukan usulan nama calon menteri dalam amplop tertutup. Namun, setelah mendengar usulan Wiranto yang tidak mencantumkan Menko Kesejahteraan Rakyat, Gus Dur langsung menggunakan hak prerogatifnya untuk menentukan Wiranto sebagai Menko Polkam dan Kwik Kian Gie sebagai Menko Ekuin.
  
Pandangan Gus Dur tentang Ekonomi

Kwik Kian Gie menjabat sebagai Menko Ekuin dari tahun 1999 hingga 2000. Menurutnya, Gus Dur memiliki pandangan tentang pentingnya peran negara dalam mewujudkan keadilan ekonomi. Keputusan-keputusan Gus Dur seringkali muncul secara spontan, mencerminkan karakter kepemimpinannya yang unik.rin

Editor : Redaksi

Berita Terbaru

34 Terdakwa Pesta Seks Sesama Jenis Diadili

SURABAYA (Realita)— Sebanyak 34 terdakwa kasus pesta seks sesama jenis bertajuk “Siwalan Party, 18 Oktober 2025” menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri S …