Keluhan Luka Operasi Tak Ditanggapi, Norliyanti Emosi Lempar Gragal ke Dokter Faradina

SURABAYA (Realita)– Persidangan kasus dugaan penganiayaan yang menjerat Norliyanti binti H. Tajudin digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Perempuan asal Babatan Jerawat, Pakal, itu mengaku emosinya memuncak karena keluhan pasca operasi yang dialaminya tidak ditanggapi dengan baik oleh dokter yang menanganinya, dr. Faradina Sulistiyani.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Diah Ratri Hapsari dalam dakwaanya menjelaskan, Norliyanti sebelumnya menjalani operasi bedah pada 25 April lalu di sebuah rumah sakit kawasan Surabaya Barat. Namun, pasca operasi, ia merasakan rasa nyeri yang cukup mengganggu aktivitas sehari-hari.

Bekas operasi terasa pedih, daging bekas sayatan menjadi cekung dan menyebabkan sakit yang membuat terdakwa sulit beraktivitas. 

Keluhan tersebut sudah berulang kali disampaikan kepada dr. Faradina. Namun, respons yang diterima Norliyanti dianggap tidak memuaskan dan terkesan mengabaikan keluhan pasien. Situasi itu membuat emosi Norliyanti meledak.

Dalam kondisi kesal, Norliyanti kemudian membawa bongkahan gragal atau sisa puing bangunan yang dibungkus plastik dari rumahnya. Ia bermaksud kembali menemui dokter tersebut di rumah sakit.

Setibanya di lokasi, Norliyanti mendapati sang dokter sedang sibuk di depan komputer. Emosi yang terpendam pun akhirnya meledak, hingga Norliyanti melemparkan gragal tersebut ke arah dr. Faradina.

Akibat kejadian itu, dokter mengalami luka di bagian kepala belakang dan memar pada punggung. Meski demikian, kuasa hukum Norliyanti menilai tindakan kliennya lahir dari kondisi frustrasi sebagai pasien yang tidak mendapatkan penjelasan maupun penanganan memadai atas komplikasi pascaoperasi.

“Ini harusnya jadi refleksi bahwa komunikasi dokter dan pasien sangat penting. Ketika keluhan tidak ditanggapi dengan serius, wajar pasien merasa tertekan hingga bereaksi,” ujar penasihat hukum Norliyanti usai persidangan.yudhi

Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Pupuk Subsidi di Jombang, Ruwet

JOMBANG - Sektor pertanian Kabupaten Jombang kembali dihantam persoalan klasik yang seolah menjadi siklus tahunan tanpa solusi permanen.  Distribusi pupuk …

Mahasiswa UNESA Bikin Bangga Indonesia

SURABAYA (Realita)  —Atlet dan pelatih Indonesia peraih medali SEA Games 2025, termasuk dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mendapatkan bonus yang di …