SURABAYA (Realita)- Suara tawa bercampur haru terdengar dari sebuah bangunan sederhana yang berdiri di tengah kompleks pemakaman Kembang Kuning, Surabaya. Jumat (5/9/2025) siang, sekitar 70 anak yatim piatu penghuni Panti Asuhan Kasih Agape menerima kunjungan tak biasa. Mereka kedatangan rombongan advokat dari organisasi Pembela Umum Indonesia (PUMI) yang membawa serta puluhan paket bantuan sosial.
Ratusan karung beras ukuran 5 kilogram, dus mie instan, kopi, minuman kemasan, hingga kebutuhan sehari-hari lainnya memenuhi halaman panti. Bantuan itu bukan sekadar tumpukan barang, melainkan simbol kepedulian dari Ketua Umum PUMI, Adv. Rahadi S.H., M.H., bersama jajaran pengurus dan anggota organisasi.
“Kita wajib berbagi kepada yang membutuhkan, terutama anak-anak yatim piatu. Hati saya tergerak untuk hadir di sini dan membantu mereka,” ujar Rahadi dengan mata berkaca-kaca.
Ia menegaskan, bantuan ini hanyalah langkah kecil. Harapannya, kegiatan serupa bisa menjadi pengingat bahwa masih banyak anak-anak yang membutuhkan uluran tangan. “Bukan hanya saya, kita semua punya tanggung jawab memberi perhatian dan dukungan, agar mereka tumbuh dengan baik dan kelak menjadi generasi penerus bangsa,” tambahnya.
Kegiatan bakti sosial itu berlangsung hangat. Seusai penyerahan bantuan, Rahadi dan para advokat PUMI tak segan melebur bersama anak-anak. Mereka bernyanyi, berdoa, bahkan menitikkan air mata bersama. Suasana penuh keharuan menyelimuti ruangan, seakan mengikat hati para tamu dan penghuni panti dalam satu rasa: kebersamaan.
Di balik senyum tulus anak-anak, tersimpan harapan agar perhatian ini tidak berhenti di sini. Rahadi pun menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah, masyarakat, hingga lembaga swasta untuk memastikan hak-hak dasar anak yatim piatu terpenuhi.
“Semoga kegiatan ini bisa memotivasi semua pihak untuk bergerak. Anak-anak yatim piatu berhak hidup layak, berhak mendapat kesempatan mengejar cita-cita, dan tugas kita bersama memastikan itu terwujud,” tuturnya.
Hari itu, Panti Asuhan Kasih Agape bukan hanya menerima bantuan, tetapi juga menerima energi baru: semangat untuk terus bertahan, bermimpi, dan percaya bahwa masih banyak tangan-tangan yang siap menggandeng mereka.yudhi
Editor : Redaksi