Deklarasi Pesilat Pemersatu Bangsa, Bupati Madiun Tegaskan Pentingnya Kolaborasi untuk Kondusivitas Daerah

MADIUN (Realita) - Pemerintah Kabupaten Madiun bersama unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta para pesilat menggelar Deklarasi Pesilat Pemersatu Bangsa sebagai bentuk komitmen menjaga keamanan dan ketertiban wilayah. Acara ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan semangat persatuan di “Kampung Pendekar” yang selama ini identik dengan berbagai perguruan silat.

Dalam keterangannya, Bupati Madiun Hari Wuryanto, menegaskan bahwa deklarasi tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi wujud nyata kebersamaan seluruh elemen daerah.

“Deklarasi Pesilat Pemersatu Bangsa ini merupakan wujud apresiasi sekaligus komitmen seluruh komponen di Kabupaten Madiun—mulai dari pimpinan daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga para pesilat—untuk menjaga kondusivitas wilayah,” terang Bupati, Selasa (8/9/2025)

Menurutnya, kondisi Kabupaten Madiun saat ini relatif aman dan tenteram. Namun, melalui deklarasi ini diharapkan situasi tersebut dapat terus terjaga.

“Deklarasi ini menegaskan pentingnya kolaborasi. Terima kasih kepada Pak Kapolres, Pak Danrem, serta seluruh pihak yang ikut berperan menjaga keamanan. Bahkan rekan-rekan jurnalis pun saya anggap sebagai ‘pesilat’ yang ikut berkontribusi lewat informasi positif bagi masyarakat,” tambahnya.

Bupati juga berharap semangat kebersamaan tersebut benar-benar dijaga, tidak bisa sendiri, harus berkolaborasi demi Madiun yang adem ayem.

Lebih lanjut, Bupati menjelaskan langkah konkret yang akan dilakukan setelah deklarasi ini. Ia menilai, perubahan mindset masyarakat telah membawa dampak positif.

“Alhamdulillah, kondisi di Madiun relatif aman. Kalau dulu setiap bulan Suro sering terjadi keributan, sekarang suasananya jauh lebih tenteram. Bahkan kegiatan masyarakat seperti UMKM dan acara Muharram bisa berjalan lancar. Ini menunjukkan adanya perubahan mindset,” jelasnya.

Selain itu, sebagai tindak lanjut, Pemkab Madiun bersama perguruan silat akan memperkuat sinergi lewat kegiatan bersama.

“Misalnya, jika satu perguruan mengadakan acara, maka perguruan lain ikut menjaga dan mendukung. Contoh, saat SPI menggelar acara, satgas dari perguruan lain ikut membantu menjaga keamanan. Kabupaten Madiun bukan milik Bupati atau Kapolres saja, tapi milik seluruh masyarakat. Karena itu, harus kita jaga bersama,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolres Madiun Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara, S.H., S.I.K., M.Si juga memberikan apresiasi atas deklarasi tersebut. Menurutnya, peran aktif perguruan silat sangat penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

“Alhamdulillah, kami mengapresiasi peran serta aktif seluruh perguruan silat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Madiun. Ke depan, kami berharap peran ketua umum, ketua cabang, maupun murid-murid perguruan silat tetap konsisten menjaga komitmen ini,” kata Kapolres.

Selain itu, ia mengingatkan adanya potensi provokasi dari pihak luar. “Kami juga mengantisipasi adanya provokator dari luar daerah yang bisa memicu konflik. Karena itu, penting bagi semua perguruan di Madiun untuk terus berkoordinasi dan bermusyawarah, sehingga kerawanan bisa dicegah sejak dini,” ujarnya.

Deklarasi Pesilat Pemersatu Bangsa ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam memperkuat citra Kabupaten Madiun sebagai tanah kelahiran berbagai aliran silat. Dari yang dahulu rawan gesekan, kini bergeser menjadi pusat silaturahmi dan persatuan.

Melalui komitmen bersama, kolaborasi, serta kesadaran kolektif masyarakat, Kabupaten Madiun diyakini dapat terus menjadi daerah yang aman, tenteram, dan kondusif, sekaligus menjadi teladan bagi daerah lain.yat

Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Helikopter Angkut Pengusaha Kaya Jatuh

PERM (Realita)- Sebuah helikopter yang membawa seorang pengusaha yang menyediakan layanan untuk Gazprom dan Rosneft jatuh di Rusia. Sebuah helikopter pribadi …