LAMONGAN (Realita) - Humas SMA Negeri 2 Lamongan, Anggraini, belum bisa memastikan jika belasan siswanya diduga keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG), lantaran masih dalam pemeriksaan pihak Rumah Sakit.
Anggraini menjelaskan siswa-siswinya mengalami pusing, mual dan muntah, sekitar pukul 14.30 WIB, usai makan siang.
"Tapi kami tidak berani berspekulasi penyebabnya apa, apakah dari makanan MBG! Karena bukan kami yang berwenang menyampaikan, dan itu hanya terjadi kepada beberapa anak saja," jelasnya kepada sejumlah wartawan, Rabu (17/9).
Atas kejadian tersebut, 9 anak dirawat di Rumah Sakit Islam (RSI) Nasrul Umah dan 1 anak di RS Permata Hati di Desa Tambakboyo. Sedangkan beberapa diantaranya sudah dibawa pulang orang tuanya.
"SMA Negeri 2 Lamongan menerima MBG sebanyak 1.295 porsi dari salah satu SPPG. Makanan diterima pihak sekolah sekira pukul delapan pagi, dan langsung kami bagikan kepada siswa. Tapi kami tidak mau berspekulasi dulu, karena anak-anak setelah menerima MBG ada yang beli jajan di kantin sekolah," ujar Anggraini.
Seperti diketahui, belasan siswa dari SMA Negeri 2 Lamongan diduga keracunan usai menyantap hidangan soto dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (17/9).
Belasan anak tersebut langsung dilarikan ke Rumah Sakit Islam (RSI) Nashrul Ummah, jalan Merpati Lamongan, dan RS Permata Hati, setelah mengalami pusing, mual dan muntah.
"Menunya soto. Tapi saya juga ikut makan", kata salah satu siswi yang ikut mengantar korban di RSI, (17/9).
"Ada yang kelas sepuluh, sebelas dan dua belas. Kalau dikelas saya ada dua anak," lanjutnya.
Mendengar itu, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, dan Dandim 0812 Lamongan, Letkol Inf. Deni Suryo Anggo Digdo, langsung mendatangi Rumah Sakit untuk memastikan kondisi para siswa yang masih dirawat.
Hingga berita ini ditulis belum ada pernyataan resmi terkait hasil tes dari pihak Rumah Sakit.
Reporter : Defit Budiamsyah
Editor : Redaksi
URL : https://realita.co/baca-42604-pihak-sman-2-lamongan-belum-pastikan-siswa-siswinya-keracunan-soto-mbg