DEPOK (Realita) - Upaya menekan angka stunting di Indonesia terus dilakukan melalui beragam edukasi ke masyarakat.
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) menggelar Program Edukasi Isi Piringku sebagai Upaya Cegah Stunting (PRESTASI) di Kelurahan Limo, Kota Depok.
Stunting sendiri masih menjadi salah satu persoalan kesehatan utama di Indonesia.
Data Kementerian Kesehatan menyebutkan, prevalensi stunting nasional berdasarkan SSGBI 2022 mencapai 21,6 persen.
Artinya, sekitar 1 dari 4 anak Indonesia atau lebih dari 8 juta anak mengalami stunting. Angka ini masih di atas ambang batas WHO yakni 20 persen.
Program PRESTASI merupakan bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi UPNVJ dengan skema UPNVJ Community Territory (UCT).
Kegiatan ini melibatkan tim dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, serta kader posyandu Kelurahan Limo.
Dosen yang terlibat dalam kegiatan ini yakni Ketua Tim Pengusul, Indah Permatasari, bersama anggota dosen Dyah Utari, Rena Mailani, M. Biomed, dan Nelly Febriani.
Lalu juga menggandeng tenaga kependidikan Guntur Afriyanto dan Eko Paraslianto, serta tiga mahasiswa yakniTalitha Cahya Kemala Dewi, Amalia Nuraini, serta Dian Nurhaliza.
Fokus utama program ini adalah meningkatkan pemahaman masyarakat soal gizi seimbang dengan pendekatan Isi Piringku, yang menekankan pentingnya asupan karbohidrat, protein, sayur, dan buah dalam satu piring.
“Stunting bukan hanya masalah tinggi badan, tetapi juga berkaitan dengan perkembangan otak anak. Melalui edukasi Isi Piringku, kami berharap masyarakat bisa lebih mudah memahami pentingnya gizi seimbang,” ujar Indah Permatasari dalam keterangannya Senin (22/9/2025).
Kegiatan PRESTASI diisi dengan berbagai aktivitas, seperti penyuluhan interaktif, simulasi penyusunan menu seimbang.
Selanjutnya, diskusi bersama kader kesehatan, hingga praktik langsung membuat piring makan sehat untuk balita.
Antusiasme warga terlihat dari banyaknya pertanyaan seputar pola makan keluarga sehari-hari.
Beberapa peserta juga membagikan pengalaman mereka terkait upaya memenuhi kebutuhan gizi anak.
Ketua kader Posyandu Mawar sekaligus Ibu RT 05 Kelurahan Limo menyampaikan apresiasi atas inisiatif UPNVJ membawa program ini ke tengah masyarakat.
“Kami menyambut baik kegiatan ini karena sejalan dengan upaya pemerintah dalam menurunkan angka stunting di Depok. Harapannya, para kader dan warga bisa menerapkan ilmu yang didapat untuk kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Melalui program PRESTASI, UPNVJ berharap kader kesehatan dapat menjadi agen perubahan di lingkungannya.
Pengetahuan yang diperoleh bukan hanya berhenti pada peserta, tetapi juga disebarkan kepada masyarakat luas.
Dengan demikian, edukasi gizi seimbang dapat memperkuat kesadaran kolektif demi terciptanya generasi sehat, cerdas, dan bebas stunting. hry
Editor : Redaksi