Viral Aksi Perploncoan di Komunitas Pencinta Alam Sulut, Anggota Baru Ditampar dan Ditendang

BITUNG (Realita)- Bikin gempar masyarakat, salah seorang tua dari peserta pelatihan dasar Himpunan Penjelajah Alam Terbuka Spizaetus (HIMPASUS) membagikan sebuah video yang berisi aksi kekerasan atau perploncoan seorang anggota Himpasus terhadap beberapa anggota baru pada saat pelantikan dan pemberian atribut keangotaan di kaki Gunung Dua Saudara, Kota Bitung, pada tanggal 26-28 September 2025.

Dalam postingan tersebut, sang ibu menyatakan ketidakterimaan anaknya mendapatkan perlakuan kasar seperti dalam video yang ia upload.

Dalam video yang telah ia bagikan, memperlihatkan aksi arogan senioritas pasca penerimaan atribut dimana dua orang oknum senior Himpasus, menghampiri adik-adik junior mereka satu persatu, kemudian menampar dan menendang dada mereka dengan mengancam jika tidak mampu atribut yang baru saja mereka dapatkan akan ditarik kembali.

“Tidak ada hati, memangnya masih ada komunitas seperti ini? Syukur kepada Tuhan anak saya masih bisa pulang walaupun wajahnya bengkak dan biru-biru serta badan sakit-sakit.” Tulis orang tua dari peserta dalam postingannya tersebut.

Menanggapi postingan yang telah viral tersebut, Ketua Umum Himpasus masa bakti; 2025-2026, Ayu Amelia Polutu menegaskan bahwa prosesi pelantikan serta kelulusan Himpasus berjalan sesuai prosedur dan tanpa adanya paksaan.

Amelia menegaskan, bahwa seluruh calon anggota mengikuti kegiatan tersebut secara sukarela.

Postingan ini menuai kecaman dari berbagai pihak masyarakat dengan menyorot aksi senioritas yang keji yang telah dilakukan HIMPASUS, mereka berharap ada penindakan lanjut dan evaluasi terhadap HIMPASUS agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali.hu

Editor : Redaksi

Berita Terbaru