Rutan Kelas I Depok Terapkan Budidaya Maggot, Efektif Kurangi Sampah Organik

Advertorial

DEPOK (Realita) - Kegiatan inovatif tengah dilakukan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Depok. Warga binaan di sana kini aktif membudidayakan maggot atau larva lalat Black Soldier Fly (BSF) sebagai solusi pengelolaan sampah organik sekaligus upaya pemberdayaan ekonomi.

Kepala Rutan Kelas I Depok, Agus Imam Taufik, mengatakan bahwa program ini merupakan bagian dari pelatihan kemandirian warga binaan.

Kegiatan budidaya maggot tersebut baru berjalan selama tiga minggu, hasil sinergi antara pihak Rutan dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok.

“Kami dari Rutan Depok melaksanakan kegiatan kemandirian berupa pelatihan budidaya maggot, yaitu kegiatan yang dilakukan oleh warga binaan untuk pengolahan sampah organik,” ujar Agus kepada wartawan Jumat (7/11/2025).

Menurut Agus, pihaknya mendapat bantuan bibit maggot dari DLHK Kota Depok.

Bibit tersebut kemudian dikembangkan dan kini menunjukkan hasil yang sangat baik.

“Progresnya sangat bagus. Selain membantu mengurai limbah organik dari dapur, maggot ini juga menjadi solusi agar tidak terjadi penumpukan sampah,” jelas Agus.

Agus menjelaskan, satu kilogram maggot mampu mengurai sekitar lima kilogram sampah organik per hari.

Hal ini dinilai sangat efektif untuk mengatasi masalah sampah di lingkungan Rutan Depok yang setiap harinya menghasilkan 80–100 kilogram limbah dari dapur warga binaan.

“Dengan maggot, sampah organik bisa dikelola dan bahkan menghasilkan nilai ekonomis. Hasilnya nanti kita berikan dalam bentuk premi kepada warga binaan yang mengikuti program pelatihan ini,” tambah Agus.

Saat ini, sebanyak tiga warga binaan menjadi pelopor dalam kegiatan budidaya maggot.

Namun ke depan, kata Agus, jumlahnya akan ditingkatkan hingga minimal 10 orang untuk memastikan keberlanjutan program.

“Harapannya, ketika warga binaan tersebut bebas nanti, mereka sudah punya keterampilan dan bisa mengembangkan budidaya ini di luar, sehingga sampah bisa menjadi sumber penghasilan,” kata Agus.

Sementara itu, Kasubsi Bimbingan Kegiatan, Didi Nurbani, menambahkan sampah organik yang dihasilkan setiap hari, sekitar 40–50 kilogram berasal dari dapur di Rutan Depok.

“Harapan kami nanti, tidak ada lagi sampah dari dapur atau blok yang terbuang. Semua bisa termanfaatkan di sini,” ujar Didi.

Selain menjadi pakan ternak, maggot juga bisa digunakan sebagai pakan ikan.

Kemudian, kasgot atau residu atau sisa-sisa organik dari larva lalat BSF yang telah mengurai sampah organik dapat diolah menjadi pupuk alami untuk media tanam.

“Kotorannya itu dijadikan pupuk, namanya kasgot. Nanti (pupuknya) kami masukin ke Polibek untuk media tanam. Kami kedepannya juga akan mengadakan pertanian terpadu,” terang Didi. hry

Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Jangan Lalai dengan Kehidupan Akhirat

UNTUK yang masih lalai dan mengabaikan kehidupan akhirat, Maka ingatlah... Bahwa waktu kita disini hanya sebentar, Allah memberikan kita kesempatan hidup di …